Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Analisis Kebutuhan Pelatihan

Oleh: Affin Jaffar Umarovic

Edited: Hani Alfiyyah Purnomo

Analisis kebutuhan pelatihan dapat membahas mengenai kebutuhan pelatihan strategis jangka panjang perusahaan dan/atau saat ini.

Analisis kebutuhan pelatihan strategis melibatkan tujuan strategis yang tujuannya adalah memasuki lini bisnis baru atau perluasan ke luar negeri. Analisis kebutuhan pelatihan menandakan adanya posisi yang harus diisi dalam perusahaan. Analisis ini berguna untuk mengidentifikasi pelatihan yang dibutuhkan karyawan untuk mengisi pekerjaan di masa depan.

Sebagian besar analisis kebutuhan pelatihan ditujukan untuk peningkatkan kinerja bagi karyawan baru dan karyawan yang kinerjanya kurang. Cara analisis kebutuhan pelatihan bergantung kepada apakah ingin melatih karyawan baru atau karyawan yang sudah ada. Menganalisis kebutuhan pelatihan karyawan saat ini lebih rumit karena manajer juga harus memastikan apakah pelatihan adalah solusi untuk meningkatkan kinerja karyawan.

Analisis tugas merupakan studi mendetail tentang apa saja pekerjaan yang harus karyawan ketahui. Untuk analisis tugas, deskripsi dan spesifikasi pekerjaan sangat penting. Hasil dari analisis tugas adalah rincian tugas yang harus dilakukan.

Dalam merancang program pelatiham, pastikan perusahaan membuat pembelajaran itu bermakna dengan cara

  1. Memberikan pandangan luas tentang materi yang akan disajikan
  2. Mengatur informasi agar dapat disajikan logis
  3. Menggunakan istilah dan konsep yang sudah akrab bagi peserta pelatiham
  4. Menggunakan alat bantu visual
  5. Menciptakan kebutuhan pelatihan untuk dirasakan dalam pikiran peserta pelatihan

Manajer dapat menyesuaikan pelatihan seperti apa yang dibutuhkan oleh para karyawan. Pelatihan yang diberikan kepada karyawan dapat berupa

  1. Pelatihan di tempat kerja
  2. Pelatihan magang
  3. Pembelajaran informal
  4. Pelatihan instruksi pekerjaan dengan cara membuat daftar langkah-langkah
  5. Pembelajaran terprogram
  6. Permodelan perilaku
  7. Pelatihan vestibule
  8. Pelatihan berbasis elektronik dan komputer
  9. Pelatihan tim
  10. Pelatihan dengan memberikan ruang kelas virtual

**Disclaimer**

Recent Posts

Mengenal Lebih Dalam Terkait Barang Lartas

IBX-Jakarta. Dalam ketentuan terkait Bea dan Cukai di Indonesia terdapat sebuah istilah yang disebut sebagai Barang Lartas (barang pelarangan dan pembatasan). Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan 161/PMK.04/2007 jo PMK 141/PMK.04/2020 tentang Pengawasan Terhadap Impor atau Ekspor Barang Larangan dan/atau Pembatasan, menjelaskan bahwa barang lartas adalah barang yang dilarang dan/atau dibatasi pemasukannya

Read More »

Perusahaan Harus Memberikan Perlindungan Bagi Karyawan!

IBX-Jakarta. Sama seperti halnya konsumen, kedudukan pekerja (karyawan) pada umumnya juga lemah di mata perusahaan. Pengalaman menunjukkan hal ini. Oleh karena itu, perlindungan tenaga kerja sudah memperoleh perhatian dunia sejak lama. Asas yang seharusya dipakai dalam hubungan ketenagakerjaan adalah asas manfaat, keadilan, kewajaran, integritas, dan iktikad baik. Asas manfaat dapat juga dinterpretasikan sebagai sesuatu yang saling menguntungkan dalam hubungan ketenagakerjaan.

Read More »