Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Berikut Merupakan 7 Daerah yang Telah Menerapkan Tarif Pajak Hiburan 75%

IBX-Jakarta. Pada Pasal 50 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) dijelaskan bahwa pajak hiburan termasuk ke dalam objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Adapun berdasarkan Pasal 55 UU HKPD Jasa hiburan yang dimaksud pada Pasal 50 UU HKPD meliputi diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa.

Untuk tartif Objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) khusus jasa hiburan pada diskotek, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa yang diatur dalam Pasal 58 ayat (2) UU HKPD menetapkan tarif paling rendah 40% (empat puluh persen) dan paling tinggi 75% (tujuh puluh lima persen).

Namun, pada kenyataannya telah terdapat beberapa daerah yang telah menerapkan tarif pajak hiburan atas jasa tertentu dengan tarif maksimalnya, yaitu 75% (tujuh puluh lima persen). Hal ini dijabarkan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan yang menjelaskankan bahwa terdapat 7 Kabupaten yang sudah menerapkan tarif maksimal sebesar 75% untuk pajak hiburan atas jasa tertentu, diantaranya.

  1. Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Jambi)
  2. Kabupaten Siak (Riau)
  3. Kabupaten Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung)
  4. Kabupaten Ogan Komering Ulu (Sumatera Selatan)
  5. Kabupaten Lebak (Banten)
  6. Kabupaten Grobongan (Jawa Tengah)
  7. Kota Tual (Maluku).

Berdasarkan pemaparan dari DJPK tersebut, Penerapan tarif sebesar 75% bukan merupakan hal yang baru. Hal ini disebabkan, penerapan tarif 75% oleh daerah tersebut sudah diterapkan sejak masih berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD) sesuai Peraturan Daerah yang berlaku dari masing-masing daerah.

Seperti contohnya dalam Pasal 18 Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 6 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah menjelaskan bahwa tarif pajak hiburan dibagi berdasarkan 3 golongan tarif, yaitu:

  1. Tarif 35% untuk jenis hiburan, diantaranya tontonan film, pagelaran kesenian, musik, tari, busana, kontes binaraga dan sejenisnya, pameran, sirkus, akrobat, sulap, permainan bilyar, golf, bowling, pacuan kuda, hiburan dengan menggunakan kendaraan bermotor, permainan ketangkasan, refleksi, pusat kebugaran (fitness center), dan pertandingan olahraga
  2. Tarif 75% untuk jenis hiburan, diantaranya kontes kecantikan, panti pijat, dan mandi uap/spa
  3. Tarif 5% untuk jenis hiburan kesenian rakyat/tradisional.

Sumber: 7 Daerah yang Tetapkan Tarif Pajak Hiburan 75 Persen (kompas.com)

*Disclaimer*

Recent Posts

PPN PMSE Atas Pembelian Digital di Game Online

Jakarta-IBX. Game online merupakan salah satu kegemaran remaja bahkan orang dewasa di Indonesia. Game online yang ramai dimainkan oleh masyarakat Indonesia sangatlah beragam, mulai dari yg dimainkan di smartphone dan komputer. Game online yang ramai di Indonesia antara lain Mobile Legends, Dota2, Valorant, Counter Strike, dan masih banyak yang lainnya.

Read More »

Mengenal Lebih Dalam Terkait Barang Lartas

IBX-Jakarta. Dalam ketentuan terkait Bea dan Cukai di Indonesia terdapat sebuah istilah yang disebut sebagai Barang Lartas (barang pelarangan dan pembatasan). Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan 161/PMK.04/2007 jo PMK 141/PMK.04/2020 tentang Pengawasan Terhadap Impor atau Ekspor Barang Larangan dan/atau Pembatasan, menjelaskan bahwa barang lartas adalah barang yang dilarang dan/atau dibatasi pemasukannya

Read More »