Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Bisnis Kartu Kredit (Credit Card Business), Apakah Menjanjikan?

Bisnis kartu kredit pada dasarnya merupakan bisnis yang menjual jasa penagihan (billing service) kepada Perusahaan-perusahaan penjual barang dan jasa mealui sistem penagihan (biling system), Melalui sistem penagihan yang dilakukan oleh perusahaan kartu kredit (sperti Visa, MasterCard, TBL, American Express) perusahaan-perusahaan penjualan barang dan jasa dan konsumen memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Perusahaan-perusahaan penjual barang dan jasa ini memperoleh manfaat dapat memperbesar volume penjualan karena mereka dapat menarik konsumen untuk mengonsumsi sekarang pendapatan yang akan diperolehnya di masa yang akan datang. Karena konsumen tidak harus mengeluarkan uang tunai pada saat mereka melakukan pembelian, pada dasarnya mereka mengonsumsi pendapatan yang akan diperolehnya di masa yang akan datang dalam pembelian barang dan jasa. Di samping itu, perusahaan-perusahaan penjual barang dan jasa memperoleh jaminan dari perusahaan kartu kredit dalam memperoleh uang tunai dari transaksi penjualan mereka.
  • Para konsumen memperoleh manfaat dapat mengonsumsi sekarang pendapatan yang akan mereka peroleh di masa yang akan datang. Di samping itu, di dalam berbelanja para konsumen tidak harus menyediakan uang tunai, sehingga mengurangi risiko kehilangan uang di perjalanan.

*Disclaimer*

Sumber: Mulyadi. Sistem Akuntansi Edisi 4, Penerbit Salemba Empat

Recent Posts

Insentif Pajak IKN Pada PMK No.28/2024

IBX-Jakarta. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.28/2024 mengenai Fasilitas Perpajakan dan Kepabeanan di Ibu Kota Nusantara telah resmi dirilis oleh Kementerian Keuangan. PMK No.28/2024 diresmikan guna melaksanakan PP No.12/2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara. Pada Pasal 2 PMK No.28/2024

Read More »

Penerapan Pillar 2, DJP Kaji Kembali Ketentuan Insentif

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan evaluasi atas kebijakan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan insentif yang diberikan tepat sasaran dan sejalan dengan ketentuan pajak minimum global yaitu 15% yang tercantum dalam Pilar 2 Global Antu Base Erosion (GloBE). Menurut Suryo Utomo selaku Dirjen Pajak

Read More »