Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Memahami Peristiwa Employee Turnover

Oleh: Affin Jaffar Umarovic

Jika salah seorang karyawan pada perusahaan anda mengundurkan diri dan tak lama posisinya digantikan orang lain, peristiwa inilah yang disebut dengan Employee Turnover. Peristiwa tersebut sangat lumrah terjadi pada perusahaan. Terdapat kemungkinan bahwa perusahaan mengunakan sistem cloud management untuk memperbaharui data karyawan secara otomatis agar memudahkan rotasi karyawan. 

Pengertian Employee Turnover

Menurut WikipediaEmployee Turnover adalah proses penggantian satu pekerja dengan pekerja yang lain karena suatu alasan. Karyawan dapat meninggalkan perusahaan secara sukarela atau terpaksa. Banyak sebab alasan karyawan secara sukarela mengundurkan diri dari perusahaan, diantaranya mendapat pekerjaan yang lebih baik, penawaran dengan gaji yang lebih baik, melanjutkan studi, dan segudang alasan lainnya. Tidak hanya itu, karyawan juga dapat secara terpaksa meninggalkan perusahaan misalnya karena adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

 

Banyaknya karyawan yang keluar masuk perusahaan menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres di tingkat manajemen. Bisa jadi karena gaji yang kurang, rendahnya benefit selain gaji yang diterima karyawan, hingga lingkungan kerja yang tidak sehat. Dampak dari tingginya angka Employee Turnover dapat memengaruhi beberapa aspek perusahaan, diantaranya:

  • Kerugian Finansial

Mendatangkan karyawan baru bukanlah perkara mudah dan murah. Perusahaan terkadang harus mengeluarkan biaya yang banyak, seperti membayar vendor lowongan pekerjaan, proses interview, sampai pelatihan agar karyawan baru memiliki kemampuan yang sama dengan karyawan lain. Belum lagi dengan biaya pesangon yang harus dibayarkan untuk setiap karyawan yang resign.

  • Produktivitas Menurun

Pastinya, perusahaan membutuhkan waktu untuk mencari pengganti karyawan yang resign. Waktu yang diperlukan berbeda-beda dari satu bulan hingga lebih dari itu. Akibatnya, tingkat produktivitas karyawan lain dapat terganggu atau bahkan menurun karena terbebankan pekerjaan karyawan yang resign tersebut.

  • Turunnya Keuntungan Perusahaan

Pada akhirnya, turunnya produktivitas dari setiap karyawan yang ada berpengaruh terhadap keuntungan yang masuk untuk perusahaan. Banyak pekerjaan tak terselesaikan, angka penjualan yang menurun, dan pada akhirnya turut berimbas pada turunnya profit perusahaan.

 

Cara Menurunkan Angka Employee Turnover

Tak ada cara yang pasti untuk membuat setiap karyawan terus menerus bekerja di perusahaan. Namun, jika anda mulai mencoba untuk mengerti apa yang karyawan anda inginkan dari anda, maka anda sudah menuju arah yang tepat. Berikut beberapa langkah yang bisa anda coba:

1) Gaji dan Fasilitas yang Kompetitif

Meski gaji tetap menjadi daya tarik utama setiap karyawan, fasilitas yang tersedia untuk karyawan adalah hal yang tidak kalah penting. Tunjangan asuransi, jaminan hari tua, hingga fasilitas-fasilitas yang unik seperti boleh bekerja dari rumah, jam kerja yang fleksibel dapat menjadi salah satu cara untuk membuat karyawan tetap betah di perusahaan.

2) Pelatihan yang Efektif

Sering menemukan pegawai yang bingung harus melakukan apa saat bekerja?

Hal ini dapat terjadi karena belum adanya pelatihan yang tepat untuk mereka.  Pelatihan yang efektif bagi karyawan penting agar karyawan tak akan lagi mengalami kejadian serupa. Melalui manajemen onboarding pada sistem talent management, perusahaan dapat menyusun pelatihan secara terstruktur.

3) Jam Kerja yang Seimbang

Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menikmati hasil kerja keras mereka. Perusahaan seharusnya jangan membebankan karyawan dengan jam kerja yang terlalu panjang dan menghalangi untuk mengambil cuti. Jika terpaksa, perusahaan dapat memberikan upah lembur pada karyawan yang bekerja di luar jam kerja, atau di akhir pekan dan hari libur.

4) Tidak Mempertahankan Karyawan Toxic

Tak ada gunanya perusahan memberikan gaji yang tinggi, fasilitas berlimpah, sementara ada salah satu karyawan “meracuni” yang lainnya untuk resign dari perusahaan. Lebih baik perusahaan kehilangan satu karyawan dengan perilaku seperti itu, meski kinerjanya termasuk baik, daripada kehilangan sepuluh pegawai lainnya.

 

Terdapat Cara Perusahaan untuk Mengelola Tingkat Turnover yang Tinggi

  • Memilih karyawan dengan mindset yang tepat
  • Mendengarkan opini dan masukan karyawan untuk kemajuan perusahaan
  • Mengedukasi jenjang karir yang akan didapat
  • Menanamkan budaya loyalitas terhadap karyawan
  • Menaikkan gaji karyawan dan menjadi lebih fleksibel
Recent Posts

Memahami Pengertian dan Tujuan Koreksi

IBX-Jakarta. Wajib Pajak (WP) Badan diharuskan melaksanakan kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku, termasuk penyampaian laporan keuangan sesuai dengan Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Read More »

Liabilitas Jangka Pendek

IBX-Jakarta. Utang merupakan kewajiban untuk membayar yang dicatat sebagai liabilitas (liability) oleh debitur. Liabilitas jangka panjang adalah utang dengan periode jatuh tempo lebih dari satu tahun

Read More »