Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Inilah Negara yang Menempati 10 Besar International Tax Competitiveness Index (ITCI)

IBX – Mengutip dari www.cnbcindonesia.com, selama sembilan tahun berturut-turut, Estonia memiliki kode pajak terbaik di antara negara Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Negara ini berhasil mengalahkan banyak negara maju, termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Inggris.

Adapun, menurut OECD, skor teratas Estonia dalam International Tax Competitiveness Index (ITCI) didorong oleh empat fitur positif dari sistem perpajakannya.

“Pertama, ia (Estonia) memiliki tarif pajak 20 persen atas pendapatan perusahaan yang hanya diterapkan pada laba yang didistribusikan,” tulis OECD dikutip dari Tax Foundation, Senin (27/2/2023).

Kedua, Estonia memiliki pajak 20 persen tetap atas pendapatan individu yang tidak berlaku untuk pendapatan dividen pribadi.

Ketiga, pajak propertinya hanya berlaku untuk nilai tanah, bukan untuk nilai properti atau modal riil. Terakhir, Estonia memiliki sistem pajak teritorial yang membebaskan 100 persen keuntungan luar negeri yang diperoleh perusahaan domestik dari pajak domestik, dengan sedikit pembatasan.

International Tax Competitiveness Index (ITCI) merupakan indeks untuk mengukur sejauh mana sistem perpajakan suatu negara menganut dua aspek penting kebijakan perpajakan, yakni daya saing dan netralitas.

Patut dipahami, kode pajak yang kompetitif adalah kode yang menjaga tarif pajak marjinal tetap rendah. Di dunia global saat ini, uang sangatlah dinamis. Pebisnis dapat memilih untuk berinvestasi di sejumlah negara di seluruh dunia untuk mendapatkan tingkat pengembalian tertinggi.

Ini berarti bahwa bisnis akan mencari negara dengan tarif pajak investasi yang lebih rendah untuk memaksimalkan tingkat pengembalian setelah pajak mereka. Jika tarif pajak suatu negara terlalu tinggi, itu akan mendorong investasi di tempat lain, yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi lebih lambat.

Selain itu, tarif pajak marjinal yang tinggi dapat menghambat investasi domestik dan menyebabkan penghindaran pajak.

Adapun, dari 38 peringkat ITCI, ternyata tidak ada nama Indonesia. Indonesia tidak tercantum di dalam indeks tersebut. Adapun, daftar negara yang menempati 10 besar ITCI sebagai berikut:

1. Estonia
2. Latvia
3. Selandia Baru
4. Swiss
5. Republik Ceko
6. Luxembourg
7. Hungaria
8. Lithuania
9. Turki
10. Israel

Sumber://www.cnbcindonesia.com/news/20230227120451-4-417249/10-negara-dengan-perpajakan-paling-top-sedunia-ada-ri-gak

***Disclaimer***

Recent Posts

Insentif Pajak IKN Pada PMK No.28/2024

IBX-Jakarta. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.28/2024 mengenai Fasilitas Perpajakan dan Kepabeanan di Ibu Kota Nusantara telah resmi dirilis oleh Kementerian Keuangan. PMK No.28/2024 diresmikan guna melaksanakan PP No.12/2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara. Pada Pasal 2 PMK No.28/2024

Read More »

Penerapan Pillar 2, DJP Kaji Kembali Ketentuan Insentif

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan evaluasi atas kebijakan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan insentif yang diberikan tepat sasaran dan sejalan dengan ketentuan pajak minimum global yaitu 15% yang tercantum dalam Pilar 2 Global Antu Base Erosion (GloBE). Menurut Suryo Utomo selaku Dirjen Pajak

Read More »