Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Macam-Macam harga

Oleh Affin Jaffar Umarovic

Macam-Macam harga

Harga Geografis

Perusahaan juga harus memutuskan bagaimana menentukan harga produknya untuk pelanggan yang berlokasi di berbagai bagian Amerika Serikat atau dunia. Haruskah perusahaan mengambil risiko kehilangan bisnis pelanggan yang lebih jauh dengan membebankan harga yang lebih tinggi kepada mereka untuk menutupi biaya pengiriman yang lebih tinggi? Atau haruskah perusahaan membebankan harga yang sama kepada semua pelanggan di mana pun lokasinya

 Harga geografis  menetapkan harga untuk pelanggan yang berlokasi di berbagai bagian negara atau dunia

 Harga asal FOB  praktek ini berarti bahwa barang-barang tersebut ditempatkan secara Cuma-Cuma di atas kapal( oleh karena itu, fob) suatu pengangkut pada saat itu hak dan tanggung jawab beralih ke pelanggan yang membayar ongkos angkut dari pabrik ke tujuan karena setiap pelanggan mengambil biayanya sendiri pendukung penetapan harga FOB merasa bahwa ini adalah cara paling adil untuk menilai biaya pengiriman.

 Harga pengiriman seragam  penetapan harga yang disampaikan secara seragam adalah kebalikan dari penetapan harga FOB di sini perusahaan membebankan harga yang sama ditambah ongkos angkut ke semua pelanggan, terlepas dari lokasi mereka, biaya pengiriman ditetapkan pada biaya pengiriman rata-rata

Harga zona  penetapan harga zona berada di antara penetapan harga asal FOB  dan penetapan harga yang disampaikan secara seragam. Perusahaan menetapkan dua atau lebih zona semua pelanggan dalam zona tertentu membayar harga total tanggal semakin jauh zonanya, semakin tinggi harganya

 

Penetapan harga titik dasar, dengan menggunakan penetapan harga titik dasar penjual memilih kota tertentu sebagai titik dasar membebankan biaya pengiriman kepada semua pelanggan dari kota itu ke lokasi pelanggan terlepas dari kota mana barang sebenarnya akan dikirim

 

Harga tersegmentasi

Perusahaan akan sering menyesuaikan harga dasar mereka untuk memungkinkan perbedaaan pelanggan, produk dan lokasi dalam penetapan harga tersegmentasi perusahaan akan menjual produk atau jsaa dengan dua harga atau lebih meskipun perbedaaan harga tidak didasarkan pada perbedaan biaya

Penetapan harga tersegmentasi mengambil beberapa bentuk di bawah penetapan harga segmen produk pelanggan yang berbeda membayar harga yang berbeda untuk produk atau layanan yang sama.

Harga psikologis

Harga mengatakan sesuatu tentang produk misalnya banyak konsumen menggunakan harga untuk menilai kuaalitas  sebotol parfum seharga $ 200 mungkin hanya mengandung aroma senilai $5 tetapi beberapa orang bersedia membayart $200 karena harga ini menjukkan sesuatu yang istimewa dalam menggunakan harga psikologis penjual mempertimbangkan psikologis harga bukan hanya ekonomi

Harga promosi

Dengan penetapan harga promosi perusahaan untuk sementara akan menetapkan harga produk mereka di bawah harga jual dan terkadang bahkan di bawah biaya untuk menciptakan kegembiraan dan urgensi pembelian penetapan harga promosi memiliki beberapa bentuk penjual mungkin hanya menawarkan diskon dari harga normal untuk meningkatkan penjualan dan mengurangi persediaan.penjual juga menggunakan harga acara khusus di musim tertentu untuk menarik lebih banyak pelanggan

Harga internasional

Perusahaan yang memasarkan produknya secara internasional harus memustuskan harga yang akan dikenakan di negara yang berbeda dalam beberapa kasus perusahaan dapat menetapkan harga yang seragam di seluruh dunia misalnya airbus menjual pesawat jetnya dengan harga yang hamper sama di mana-mana baik pembeliannya di Amerika Serikat,Eropa atau negara dunia ketiga namun Sebagian besar perusahaan menyesuaikan harga mereka untuk mencerminkan kondisi pasar lokal dan pertimbangan biaya

Recent Posts

Insentif Pajak IKN Pada PMK No.28/2024

IBX-Jakarta. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.28/2024 mengenai Fasilitas Perpajakan dan Kepabeanan di Ibu Kota Nusantara telah resmi dirilis oleh Kementerian Keuangan. PMK No.28/2024 diresmikan guna melaksanakan PP No.12/2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara. Pada Pasal 2 PMK No.28/2024

Read More »

Penerapan Pillar 2, DJP Kaji Kembali Ketentuan Insentif

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan evaluasi atas kebijakan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan insentif yang diberikan tepat sasaran dan sejalan dengan ketentuan pajak minimum global yaitu 15% yang tercantum dalam Pilar 2 Global Antu Base Erosion (GloBE). Menurut Suryo Utomo selaku Dirjen Pajak

Read More »