Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pahami Pentingnya Menginvestigasi Klien Baru

Oleh: M.Akmal Murtadho

Standar Auditing SA300 Para A20 (Pertimbangan Tambahan dalam Perikatan Audit Tahun Pertama) menyatakan bahwa maksud dan tujuan audit adalah sama, baik untuk perikatan audit tahun pertama maupun berulang. Namun, untuk audit tahun pertama auditor mungkin perlu memperluas aktivitas perencanaan karena auditor pada umumnya tidak memiliki pengalaman sebelumnya dengan entitas yang diaudit. Sebelum menerima klien baru, kebanyakan kantor akuntan biasanya melakukan investigasi atas calon klien dan perusahaannya untuk menentukan akseptablitanya. Hal ini dilakukan dengan sejauh mungkin memeriksa reputasi calon klien dalam lingkungan bisnis, stabilitas keuangannya, serta hubungannya dengan auditor pendahulu. Sebagai contoh, banyak kantor akuntan menggunakan berbagai pertimbangan dalam peneriman klien baru yang bergerak dalam bisnis baru yang berkembang dengan pesat.

Banyak dari perusahaan tersebut mengalami masalah keuangan dan mengakibatkan kantor akuntan berhadapan dengan berbagai masalah. Kantor akuntan juga harus menentukan apakah memiliki kompetensi untuk mengaudit calon klien, seperti misalnya pengetahuan tentang bidang usaha klien, dan apakah kantor akuntan memenuhi semua persyaratan independensi. Untuk perikatan audit tahun pertama, hal-hal tambahan yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam menerapkan strategi audit secara keseluruhan dan rencana audit mencakup hal-hal berikut:

* Kecuali dilarang oleh peraturan perundang-undangan, membuat Kesepakatan dengan auditor pendahulu, sebagai contoh, untuk menelaah kertas kerja auditor pendahulu. Komunikasi dengan auditor pendahul bisa menghasilkan informasi, misalnya bahwa integritas calon klien rendah, ada perbedaan penafsiran tentang prinsip akuntansi tertentu, penerapan prosedur tidak disetujui, atau masalah berkaitan dengan besarnya fee audit. Tugas untuk berinisiatif melakukan komunikasi terletak pada auditor pengganti, tetapi auditor pendahul wajib memberi jawaban atas informasi yang diminta oleh auditor pengganti. Namun demikian, sesuai dengan ketentuan tentang kerahasian dalam Kode Etik Akuntan Publik, auditor pendahul wajib untuk meminta persetujuan dari klien sebelum memberi informasi kepada pihak luar, Dalam keadaan khusus, seperti misalnya jika terdapat masalah hukum atau terdapat ketidaksepahaman antara klien dengan auditor pendahulu, maka jawaban dari auditor pendahulu hanya akan terbatas dengan menyatakan bahwa tidak ada informasi yang dapat diberikan. Apabila klien tidak memberi ijin untuk berkomunikasi dengan auditor pendahulu, atau jika tidak diperoleh jawaban yang komprehensif dari auditor pendahulu, maka auditor pengganti harus mempertimbangkan dengan serius kemungkinan untuk menerima klien baru tersebut.

* Mendiskusikan isu-isu utama (termasuk penerapan prinsip akuntansi atau standar auditing dan pelaporan), yang ditemukan selama proses seleksi awal auditor, dengan manajemen, serta mengomunikasikan isu-isu tereebut kepada pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola dan bagaimana isu-isu tersebut memengaruhi strategi audit secara keseluruhan serta rencana audit.

* Prosedur audit yang diperlukan untuk memperoleh bukti audit yang tepat dan cukup tentang saldo awal (Lihat SA 510, Perikatan Audit Tahun Pertama – Saldo Awal).

Prosedur-prosedur lain yang disyaratkan oleh sistem pengendalian mutu KAP untuk perikatan audit tahun pertama (sebagai contoh, sistem pengendatian mutu KAP mungkin mensyaratkan keterlibatan rekan lain atau individu senior lainnya untuk menelaah strategi audit secara  keseluruhan sebelum memulai prosedur audit signifikan atau untuk menelaah laporan sebelum diterbitkan).

*Disclaimer*

Sumber: Jusup, Al. Haryono. Auditing Edisi II (Pengauditan Berbasis ISA).

Recent Posts

Mengenal Lebih Dalam Terkait Barang Lartas

IBX-Jakarta. Dalam ketentuan terkait Bea dan Cukai di Indonesia terdapat sebuah istilah yang disebut sebagai Barang Lartas (barang pelarangan dan pembatasan). Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan 161/PMK.04/2007 jo PMK 141/PMK.04/2020 tentang Pengawasan Terhadap Impor atau Ekspor Barang Larangan dan/atau Pembatasan, menjelaskan bahwa barang lartas adalah barang yang dilarang dan/atau dibatasi pemasukannya

Read More »

Perusahaan Harus Memberikan Perlindungan Bagi Karyawan!

IBX-Jakarta. Sama seperti halnya konsumen, kedudukan pekerja (karyawan) pada umumnya juga lemah di mata perusahaan. Pengalaman menunjukkan hal ini. Oleh karena itu, perlindungan tenaga kerja sudah memperoleh perhatian dunia sejak lama. Asas yang seharusya dipakai dalam hubungan ketenagakerjaan adalah asas manfaat, keadilan, kewajaran, integritas, dan iktikad baik. Asas manfaat dapat juga dinterpretasikan sebagai sesuatu yang saling menguntungkan dalam hubungan ketenagakerjaan.

Read More »