Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pelajari ! Sistem Akuntansi Dalam Perusahaan Manufaktur

Kegiatan pokok perusahaan manufaktur terdiri dari; desain dan pengembangan produk, pengolahan bahan baku menjadi produk jadi, dan penjualan produk jadi kepada pembeli. Untuk menangani kegiatan pokok perusahaan, umumnya dirancang sistem akuntansi yang terdiri dari:

  1. Sistem akuntansi pokok

Sistem Akuntansi Pokok. Seperti sudah dijelaskan dalam definisi sistem akuntansi di atas, sistem akuntansi pokok merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan. Sistem akuntansi dalam perusahaan manufaktur terdiri atas formulir atau dokumen (business papers), jurnal, buku besar, buku pembantu, dan laporan. Unsur-unsur sistem akuntansi ini dirancang oleh manajemen untuk menyajikan informasi keuangan bagi kepentingan pengelolaan perusahaan dan pertanggungjawaban keuangan kepada pihak luar perusahaan (seperti investor, kreditur, dan Kantor Pelayanan Pajak).

2. Sistem akuntansi piutang

Sistem Akuntansi Piutang (Account Receivable System). Sistem akuntansi piutang dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya piutang dan berkurangnya piutang. Terjadinya piutang berasal dari transaksi penjualan kredit dan berkurangnya piutang berasal dari transaksi retur penjualan dan penerimaan kas dari piutang. Transaksi berkurangnya piutang yang timbul dari transaksi penerimaan kas dari piutang dikelompokkan dalam sistem akuntansi kas. Kegiatan penjualan kredit dimulai dengan diterimanya order dari pelanggan, kemudian dilanjutkan dengan permintaan persetujuan pemberian kredit, pengiriman barang, penagihan, pencatatan piutang, dan berakhir dengan distribusi penjualan.

3. Sistem akuntansi utang

Sistem akuntansi utang dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya utang dan berkurangnya utang. Terjadinya utang berasal dari transaksi pembelian kredit dan berkurangnya utang berasal dari transaksi retur pembelian dan pelunasan utang. Transaksi pelunasan utang dikelompokkan ke dalam sistem akuntansi kas. Kegiatan pembelian kredit dimulai dengan diajukannya permintaan pembelian barang ke fungsi pembelian, kemudian dilanjutkan dengan permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok, pengiriman order pembelian kepada pemasok terpilih, penerimaan barang yang dibeli, pencatatan utang yang timbul dari transaksi pembelian dan berakhir dengan distribusi pembelian.

4. Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan

Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan dirancang untuk menangani transaksi perhitungan gaji dan upah karyawan dan pembayaran. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini:

  • Prosedur pencatatan waktu hadir dan waktu kerja
  • Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah
  • Prosedur pembayaran gaji dan upah
  • Prosedur distribusi biaya gaji dan upah

5. Sistem akuntansi biaya

Sistem akuntansi biaya dirancang untuk menangani pengendalian produksi dan pengendalian biaya. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini :

  • Prosedur order produksi
  • Prosedur pengumpulan biaya produksi dan nonproduksi

6. Sistem akuntansi kas

Sistem akuntansi kas dirancang untuk menangani transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini:

  • Prosedur penerimaan kas
  • Prosedur pengeluaran kas
  • Prosedur kas kecil

7. Sistem akuntansi persediaan

Sistem akuntansi persediaan dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi persediaan yang disimpan di gudang. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini:

  • Prosedur pencatatan harga pokok produk jadi
  • Prosedur pencatatan harga pokok yang dijual
  • Prosedur pencatatan harga pokok produk yang dikembalikan oleh pembeli
  • Prosedur pencatatan harga pokok persediaan produk dalam proses
  • Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dibeli
  • Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan ke pemasok
  • Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudag
  • Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan ke gudang
  • Prosedur perhitungan fisik persediaan

8. Sistem akuntansi aset tetap

Sistem akuntansi aset tetap dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi aset tetap. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini :

  • Prosedur pengadaan aset tetap
  • Prosedur penghentian pemakaian aset tetap
  • Prosedur penyusutan aset tetap
  • Prosedur penempatan aset tetap

*Disclaimer*

Sumber: Mulyadi. Sistem Akuntansi Edisi 4, Penerbit Salemba Empat

Recent Posts

DJP Waspadai Dampak Penundaan GMT terhadap Penerimaan Negara

IBX – Jakarta. Terkait implementasi pajak minimum global, Direktur Perpajakan Internasional DJP, Dwi Astuti, menjelaskan bahwa Pilar Dua berfungsi sebagai mekanisme pengenaan top-up tax. Ia menekankan bahwa apabila Indonesia tidak memanfaatkan atau tidak berpartisipasi dalam komitmen Pilar Dua, maka negara berpotensi kehilangan hak atas penerimaan yang berasal dari skema pajak

Read More »

Reformasi Ekspor SDA Melalui Danantara

IBX – Jakarta. Pemerintah mengambil langkah ekstrem untuk mengamankan pundi-pundi negara. Mulai pertengahan tahun ini, tata kelola ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis nasional bakal dirombak total. Strateginya? Pemerintah melarang keras perusahaan swasta mengekspor langsung komoditas premium seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloys).

Read More »