Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pemasaran (Marketing)

Oleh: Affin Jaffar Umarovic

 

Riset Pemasaran

Terbagi menjadi 2, yakni:

A. Riset Pemasaran di Bisnis Kecil dan Organisasi Nirlaba

Sama seperti perusahaan besar, bisnis kecil dan organisasi nirlaba membutuhkan informasi pasar dan wawasan pelanggan yang dapat diberikannya. Namun, studi penelitian skala besar berada di luar anggaran sebagian besar organisasi kecil. Namun, banyak teknik riset pemasaran yang dibahas dalam bab ini dapat digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan cara yang tidak terlalu formal dan dengan sedikit atau tanpa biaya. Usaha kecil dapat memperoleh banyak wawasan pasar dan pelanggan yang bermanfaat tanpa menghabiskan banyak uang.

B. Riset Pemasaran Internasional

Peneliti internasional mengikuti langkah yang sama seperti peneliti domestik, mulai dari mendefinisikan masalah penelitian dan mengembangkan rencana penelitian hingga menafsirkan dan melaporkan hasilnya. Namun, para peneliti ini sering menghadapi masalah yang lebih banyak dan berbeda. Sedangkan, peneliti domestik berurusan dengan pasar yang cukup homogen dalam satu negara. Peneliti internasional berurusan dengan pasar yang beragam di banyak negara yang berbeda. Pasar-pasar ini sering kali sangat bervariasi dalam tingkat perkembangan ekonomi, budaya dan kebiasaan, serta pola pembeliannya.

Di banyak pasar luar negeri, peneliti internasional mungkin kesulitan menemukan data sekunder yang baik. Sementara peneliti pemasaran AS dapat memperoleh data sekunder yang andal dari lusinan layanan penelitian domestik. Banyak negara yang hamper tidak memiliki layanan penelitian sama sekali. Beberapa layanan penelitian internasional terbesar beroperasi di banyak negara.

 

Kebijakan Publik dan Etika dalam Riset Pemasaran

Sebagian besar riset pemasaran menguntungkan baik perusahaan sponsor maupun konsumennya. Melalui riset pemasaran, perusahaan memperoleh wawasan tentang kebutuhan konsumen sehingga perusahaan dapat menghasilkan produk dan layanan yang lebih memuaskan dan hubungan pelanggan yang lebih kuat. Namun, penyalahgunaan riset pemasaran juga dapat merugikan atau menggangu konsumen. Tiga isu kebijakan publik dan etika utama dalam riset pemasaran adalah gangguan pada privasi konsumen, keamanan dan perlindungan data konsumen, serta penyalahgunaan temuan riset.

Gangguan Pada Privasi Konsumen

Banyak konsumen merasa positif tentang riset pemasaran dan percaya bahwa riset pemasaran memiliki tujuan yang bermanfaat. Beberapa benar-benar menikmati disurvei dan memberikan pendapat mereka. Namun, yang lain sangat membenci atau bahkan tidak mempercayai riset pemasaran. Mereka tidak suka diganggu oleh peneliti. Mereka khawatir bahwa pemasar sedang membangun database besar yang penuh dengan informasi pribadi tentang pelanggan atau mereka takut bahwa para peneliti mungkin menggunakan teknik canggih untuk menyelidiki perasaan terdalam kita, melacak penggunaan internet dan perangkat seluler kita, atau mengintip dari balik bahu kita saat kita berbelanja dan kemudian menggunakan pengetahuan ini untuk memanipulasi pembelian kita.

Keamanan dan Perlindungan Data Konsumen

Basis data konsumnen yang besar saat ini dapat menimbulkan tantangan keamanan data yang serius bagi perusahaan. Sebagian besar konsumen percaya bahwa perusahaan akan mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi data pribadi yang mereka kumpulkan. Namun, seringnya hal tersebut tidak terjadi. Hanya dalam beberapa tahun terakhir, lusinan perusahaan dan merek terkemuka telah mengalami pelanggaran data konsumen besar, beberapa mempengaruhi sejumlah besar konsumen.

Analisa Pemasaran

Terdiri dari alat analisis, teknologi, dan proses yang digunakan pemasar untuk menggali pola yang berarti dalam data besar untuk mendapatkan wawasan pelanggan dan mengukur kinerja pemasaran. Pemasar menerapkan analistik pemasaran ke kumpulan data besar dan kompleks yang mereka kumpulkan dari pelacakan web, seluler, dan media sosial transaksi dan keterlibatan pelanggan dan sumber data besar lainnya.

Analistik semacam itu menggunakan kecerdasan buatan (AI), teknologi dimana mesin berpikir dan belajar dengan cara yang terlibat dan terasa seperti manusia tetapi dengan data besar hingga menarik pelanggan, analistik data besar, dan kecerdasan buatan tidak datang tanpa biaya atau risiko kesalahan paling umum adalah melihat CRM, analistik pemasaran dan AI sebagai proses teknologi saja. Manajer terkubur dalam detail data besar dan kehilangan gambaran besarnya, atau mereka dapat membiarkan mesin membuat keputusan daripada memakai topi berpikir mereka sendiri. Namun teknologi saja tidak dapat membangun hubungan pelanggan yang menguntungkan. Perusahaan tidak dapat meningkatkan hubungan pelanggan hanya dengan mengunduh beberapa perangkat lunak atau analistik baru. Sebaliknya, pemasar harus  mulai dengan dasar-dasar mengelola hubungan pelanggan dan kemudian menggunakan solusi data dan analistik berteknologi tinggi mereka harus fokus terlebih dahulu pada R itu adalah hubungan yang dimaksud CRM. CRM adalah memungkinkan Anda mendapatkan seluruh insight dari operasional bisnis yang memiliki kaitannya dengan pelanggan. Anda bisa mengetahui gambaran jelas mengenai ketertarikan pelanggan serta aktivitas mereka.

Recent Posts

Menkeu Ungkap Modus Underinvoicing, Negara Kehilangan Potensi Penerimaan Besar

IBX-Jakarta. Pemerintah bersiap memperketat pengawasan terhadap praktik underinvoicing yang selama ini menjadi sumber kebocoran penerimaan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa manipulasi nilai transaksi ekspor-impor tidak bisa lagi dibiarkan, terutama ketika ruang defisit fiskal semakin sempit dan mendekati batas 3% dari produk domestik bruto (PDB). Hingga akhir Desember

Read More »

Kasus Suap Pajak yang Berulang dan Tantangan Reformasi Perpajakan

IBX – Jakarta. Tekanan terhadap penerimaan negara semakin besar, tetapi masalah lama di tubuh otoritas pajak kembali muncul ke permukaan. Rasio penerimaan pajak terhadap PDB yang hanya berada di kisaran 8,2% pada 2025 menjadi pengingat bahwa ruang fiskal Indonesia sedang tidak dalam kondisi ideal. Di tengah situasi itu, publik kembali

Read More »

Korupsi Oknum Pajak Berulang, Reformasi Internal Dinilai Mendesak

IBX – Jakarta. Kasus korupsi kembali mencuat dan lagi-lagi melibatkan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Peristiwa ini memperkuat pandangan bahwa masalah integritas aparatur pajak masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya terselesaikan oleh pemerintah. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai

Read More »