Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pengertian Tax Haven Country

Oleh: Affin Jaffar Umarovic

Tax haven country adalah suatu kebijakan pajak suatu negara yang sengaja memberikan fasilitas pajak, berupa penetapan tarif pajak yang rendah atau bahkan tidak mengenakan pajak sama sekali. Hal ini bertujuan agar penghasilan,  penduduk negara lain bisa dialihkan ke negara tersebut.

Definisi tax haven country bisa berbeda-beda di masing-masing negara, tergantung dari ketentuan masing-masing negara dalam mendefinisikan tax haven country tersebut( Dasrussalam, 2007). Jepang mengkategotirkan, bahwa suatu negara merupakan tax haven country jika beban pajak yang sesungguhnya dibayar kurang dari 25% dari penghasilan kena pajak, Jepang mengkategorikan suatu negara merupakan tax haven country jika beban pajak yang sesungguhnya dibayar kurang dari 15% dari penghasilan kena pajak. Prancis mengkategorikan suatu negara sebagai tax haven country, jika pajak yang terutang, seandainya penghasilan tersebut dihitung berdasarkan ketentuan perpajakan Perancis, Inggirs mengklasifikasikan suatu negara sebagai Tax Haven Country apabila pajak terutang pada negara tersebut jumlahnya berkurang dari 75% dari pajak yang terutang( seandainya penghasilan tersebut dihitung berdasarkan ketentuan perpajakan Inggris).

a. Tidak ada pajak atau pajak hanya nominal saja

b. Tidak adanya pertukaran informasi perpajakan dengan negara lain

c. Tidak ada transparansi dalam pelaksanaan undang-undang dan peraturan pelaksanaannya

d. Tidak ada kewajiban bagi badan usaha asing untuk berada secara fisik pada negara itu

e. Mempromosikan negara atau wilayahnya sebagai offshore financial centre

The United States Government Accountability Office memberikan 5 karakteristik Tax Haven Country yaitu:

a. Tidak ada pajak atau pajak hanya nominal saja

b.Tidak adanya pertukaran informasi perpajakan dengan negara lain

c. Tidak ada transparansi dalam pelaksanaan undang-undang dan peraturan pelaksanaannya

d. Tidak ada kewajiban bagi badan usaha asing untuk berada secara fisik pada negara itu

e. Mempromosikan negara atau wilayahnya sebagai offshore financial centre

Sedangkan menurut OECD, ada empat faktor utama yang digunakan untuk menentukan apakah suatu negara merupakan tax haven atau bukan yaitu:

Pertama, bahwa negara tidak mengenakan pajak atau hanya nominal saja. Kedua, bahwa kriteria tidak ada pajak atau nominal saja tidak cukup sebagai satu-satunya kriteria tidak ada pajak atau nominal saja tidak cukup sebagai satu-satunya kriteria yang dianggap sebagai tax haven. Ketiga, OECD mengakui, bahwa setiap negara memliki hak untuk menentukan, perlu atau tidak memberlakukan pajak langsung( pajak penghasilan) dan mengenakan pajak dengan tarif tertentu sesuai kepentingan negaranya. Keempat, analisis faktor-faktor kunci lainnya yang dibutuhkan agar suatu negara dianggap sebagai tax haven. Dari keempat faktor tersebut, terdapat tiga lagi faktor lain yang perlu dipertimbangkan juga, sebagai berikut.

a. Tidak ada transparansi.

b. Memiliki ketentuan dan praktik administrasi yang menghambat pertukaran informasi dengan negara lain, terkait dengan wajib pajak yang mendapat keuntungan dari tidak adanya pengenaan pajak

c. Tidak ada kewajiban untuk mengadakan aktivitas secara substansial

***Disclaimer***

Recent Posts

Insentif Pajak IKN Pada PMK No.28/2024

IBX-Jakarta. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.28/2024 mengenai Fasilitas Perpajakan dan Kepabeanan di Ibu Kota Nusantara telah resmi dirilis oleh Kementerian Keuangan. PMK No.28/2024 diresmikan guna melaksanakan PP No.12/2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara. Pada Pasal 2 PMK No.28/2024

Read More »

Penerapan Pillar 2, DJP Kaji Kembali Ketentuan Insentif

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan evaluasi atas kebijakan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan insentif yang diberikan tepat sasaran dan sejalan dengan ketentuan pajak minimum global yaitu 15% yang tercantum dalam Pilar 2 Global Antu Base Erosion (GloBE). Menurut Suryo Utomo selaku Dirjen Pajak

Read More »