Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Penyesuaian Lanjutan (Corresponding Adjustments) atas Koreksi Transfer Pricing

Oleh: Maskudin

Corresponding Adjustment yaitu koreksi atau penyesuaian atas jumlah pajak yang terutang bagi Wajib Pajak suatu negara yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak negara mitra, yang dilakukan oleh otoritas pajak negara yang bersangkutan sehubungan dengan koreksi Transfer Pricing yang dilakukan oleh otoritas pajak negara mitra (primary adjustments), sehingga alokasi keuntungan pada dua negara atau yurisdiksi tersebut konsisten, dengan tujuan untuk menghilangkan pengenaan pajak berganda.

Sesuai SE-52/PJ/2021, P3B Indonesia dan negara lain Corresponding Adjustments diatur di Pasal 9 ayat 2. Ayat tersebut mengatur mengenai kewajiban suatu negara untuk melakukan penyesuaian lanjutan (Correspoding Adjustments) atas laba untuk menghindari pemajakan berganda ekonomis. Hal tersebut dapat dilakukan jika salah satu negara melakukan penyesuaian atas penghasilan atau laba suatu perusahaan yang menjadi SPDN negara mitra dengan perusahaan suatu negara tersebut. Atas laba tersebut sebelumnya sudah dikenai pajak di Negara Mitra melalui perusahaan yang menjadi SPDN Negara Mitra dan memilik hubungan istimewa dengan perusahaan suatu negara tersebut.

Namun demikian, kewajiban penyesuaian lanjutan ini tidak bersifat otomatis karena penyesuaian lanjutan hanya dapat dilakukan apabila penyesuaian laba yang dilakukan oleh suatu Negara Pihak dalam Persetujuan dapat dibenarkan secara prinsip dan jumlah. Apabila diperlukan, kedua negara dapat berkonsultasi melalui prosedur persetujuan bersama aatu Mutual Agreement Procedure (MAP) untuk menentukan apakah penyesuaian laba yang dilakukan suatu negara memenuhi ketentuan dalam Pasal 9 ayat 1 P3B dan untuk menentukan jumlah penyesuaian lanjutan untuk menghilangkan pajak ganda ekonomis, dalam hal penyesuaian laba memenuhi Pasal 9 ayat 1 P3B.

Contoh:

Pada tahun pajak 202X PT A (SPDN Indonesia) melakukan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa, yaitu A Ltd perusahaan induknya., di Negara Mitra ABC. Berdasarkan dokumentasi penetapan harga transfer, nilai penjualan kepada A Ltd. Pada Tahun Pajak 202X tersebut adalah Rp75.000.000,00. Karena terdapat indikasi ketidakwajaran pada transaksi tersebut, diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dengan melakukan koreksi positif terhadap nilai penjualan PT A menjadi sebesar Rp100.000.000,00. Atas selisih nilai penjualan tersebut dapat dimintakan penyesuaian lanjutan oleh A Ltd, yang sebelumnya dicatat dan dipajaki terlalu rendah. Hal ini dapat dilakukan untuk menghindari pemajakan berganda atas bagian laba tersebut.

Kewajiban untuk melakukan penyesuaian lanjutan (corresponding adjustment) tidak berlaku dalam hal suatu putusan pengadilan telah dikeluarkan dalam suatu proses pengadilan, administratif, atau proses hukum lainnya yang menetapkan secara final bahwa salah satu perusahaan dikenai sanksi atas tindakan kecurangan, kelalain atau kesalahan yang disengaja.

***Disclaimer***

Recent Posts

Implikasi PMK Nomor 44 Tahun 2026 terhadap Karyawan Perusahan

IBX – Jakarta. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 44/2026 yang mencabut PMK 229/2014, Kementerian Keuangan membatasi kategori kuasa Wajib Pajak menjadi Konsultan Pajak, Keluarga, dan Pihak Lain, di mana karyawan internal kini terklasifikasi sebagai Pihak Lain yang wajib memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) khusus kuasa untuk dapat mewakili perusahaan dalam

Read More »

Benarkah Pajak E-Commerce Baru Dipungut 2027? Ini Kata Purbaya

Pemerintah kembali menunda penerapan kebijakan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang online melalui platform e-commerce. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan tersebut baru akan diterapkan pada tahun depan, dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia. Kebijakan yang mengatur penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 tersebut sebelumnya dijadwalkan mulai

Read More »

Rencana Pajak Perhiasaan Berat Tertentu untuk Meminimalisir Praktik Penghindaran Bea Keluar Emas

IBX – Jakarta. Pemerintah mengungkap, bahwa terdapat praktik penghindaran pajak dalam skema ekspor emas dalam bentuk perhiasan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sedang memperketat Peraturan Menteri Keuangan terkait agar menutup celah yang dimanfaatkan melalui mengubah bentuk ekspor emas menjadi perhiasan Perubahan tersebut direncanakan melalui skema pengenaan pajak untuk perhiasaan dengan

Read More »