Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

 Permenkeu No. 139/PMK.03/2010

Oleh: Affin Jaffar Umarovic

Permenkeu No. 139/PMK.03/2010 yang pada intinya mengatur hal-hal berikut ini:

  1. Besarnya penghasilan yang diperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, kegiatan, atau jasa dari pemberi kerja yang memiliki hubungan istimewa dengan perusahaan di luar negeri yang dapat ditentukan kembali. Dalam hal pemberi kerja yang mengalihkan seluruh atau sebagaian penghasilan oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang dimaksud dalam bentuk pembebanan biaya atau pembayaran pengeluaran lainnya kepada perusahaan di luar negeri tersebut.
  2. Wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang sebagaimana yang dimaksud pada poin(1) adalah pegawai dari perusahaan di luar negeri yang memiliki hubungan istimewa dengan pemberi kerja
  3. Biaya atau pengeluaran lainnya yang dibebankan atau dibayarkan oleh pemberi kerja kepada perusahaan luar negeri yang mempunyai hubungan istimewa, antara lain berupa biaya atau pengeluaran sehubungan dengan jasa Teknik, jasa manajemen, atau jasa lainnya.
  4. Besarnya penghasilan wajib pajak orang pribadi dalam sehubungan dengan pekerjaan, kegiatan, atau jasa tersebut ditentukan Kembali dengan memperhatikan tingkat penghasilan yang wajar dan seharusnya diperoleh wajib pajak orang pribadi yang bersangkutan
  5. Penghasilan yang sebagaimana dimaksud pada poin(4) adalah penjumlahan dari penghasilan wajib pajak yang diterima di Indonesia dan penghasilan yang diterima di luar negeri.
  6. Besarnya selisih penghasilan setelah ditentukan Kembali yang sebagaimana dimaksud pada poin(4) tidak boleh melebihi jumlah biaya kerja kepada perusahaan di luar negeri yang terdapat hubungan istimewa.
  7. Atas penghasilan wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang terdapat hubungan istimewa dapat ditentukan Kembali yang sebagaimana dimaksud pada poin(6) menjadi dasar penghitungan pemotongan pajak penghasilan yang sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 dan pasal 26 undang-undang pajak penghasilan

Dalam rangka menentukan Kembali besarnya penghasilan wajib pajak orang pribadi dalam negeri, maka Dirjen pajak dapat menetapkan pedoman standar gaji bagi karyawan asing.

***Disclaimer***

Recent Posts

Pemerintah Siap Terapkan PPh Pasal 22 pada Transaksi Marketplace Mulai Juli 2026

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang online dalam negeri mulai tanggal 1 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemberlakuan pajak baru. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan

Read More »

Optimalisasi Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak, Kini DJP Mengintegrasikan Coretax dengan Data Konsumsi Listrik

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memperkuat kapabilitas pengawasan perpajakan melalui integrasi Core Tax Administration System (Coretax) dengan berbagai sistem informasi milik institusi eksternal. Saat ini, sistem administrasi perpajakan tersebut telah terhubung secara komprehensif dengan basis data pelanggan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor

Read More »

Purbaya Tegaskan Patriot Bond Tak Sama dengan Tax Amnesty

IBX – Jakarta. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memberikan perlindungan dari tuntutan pidana, perpajakan, dan gugatan perdata bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond memicu kekhawatiran di tengah publik. Pasalnya, data dan informasi yang bersumber dari pembelian instrumen tersebut juga tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak

Read More »