Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Tahapan Perencanaan

Oleh: Affin Jaffar Umarovic

Fungsi Perencanaan seringkali dinamakan sebagai fungsi utama dari kegiatan manajemen, karena dalam sebuah perencanaan seluruh rangkaian aktivitas yang akan dilakukan, mengapa melakukan, kapan, di mana dan bagaimana cara melakukannya disusun. Dapat dikatakan, jika tidak ada fungsi perencanaan, manajer tidak akan pernah tahu apa yang haru diorganisasikan, diarahkan dan dikontrol.

Tahap 1: menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.

Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi maupun kelompok kerja.

Tahap 2: Merumuskan keadaan saat ini.

Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya yang tersedia untuk sebuah pencapaian tujuan, adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dapat dianalisis, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan yang lebih lanjut.

Tahap 3: Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.

Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu dapat diketahui faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang dapat membantu organisasi untuk mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah.

Tahap 4:

Mengembangkan suatu rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.

Tujuan (Goals) dan rencana (Plan) dalam proses perencanaan pada dasarnya adalah hasil akhir yang dapat diharapkan dan dapat diraih atau dicapai oleh individu. Rencana (Plans) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang dapat menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya perusahaan akan dialokasikan, penjadwalan dari proses pencapaian untuk mendapatkan suatu tujuan yang akan dicapai.

*Disclaimer*

Recent Posts

Korupsi Jadi Penghalang Utama Kepatuhan Pajak di Indonesia

IBX – Jakarta. Isu integritas ternyata masih menjadi tembok besar dalam upaya membangun kepatuhan pajak di Indonesia. Temuan terbaru dari laporan Public Trust in Tax 2025 yang dirilis ACCA bersama OECD, IFAC, dan CA ANZ menunjukkan betapa kuatnya sensitivitas masyarakat terhadap persoalan korupsi dalam pengelolaan anggaran negara. Dari seluruh responden

Read More »

EBITDA dan DER: Perbandingan Strategi Pengendalian Thin Capitalization dalam Perpajakan Korporasi!

IBX – Jakarta. Fenomena “thin capitalization” atau struktur modal yang berat pada utang (debt) dibandingkan modal sendiri (equity) bukan hal baru dalam dunia perpajakan global. Kasus terkenal terjadi di Kanada sebelum 2012, dimana perusahaan multinasional memanfaatkan entitas anak di yurisdiksi berpajak rendah seperti Barbados atau Luxembourg. Mereka memberikan pinjaman besar

Read More »