Intercounbix Indonesia

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Tanggungjawab Auditor Untuk Menemukan Kesalahan dan Kecurangan Material

Oleh : M Akmal Murtadho

Standar auditing membedakan dua tipe salah saji, yaitu kesalahan dan kecurangan. Kedua tipe salah saji ini bisa material dan bisa juga tidak material. Kesalahan adalah salah saji dalam laporan keuangan yang tidak disengaja, sedangkan kecurangan adalah salah saji yang disengaja.Contoh kesalahan, misalnya salah dalam melakukan perkalian antara jumlah unit dengan harga per unit dalam membuat faktur penjualan, salah dalam menerapkan metoda harga wajar persediaan untuk persediaan yang telah lama tidak laku.

Kecurangan adalah suatu tindakan yang disengaja oleh satu individu atau lebih dalam manajemen, pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola, karyawan atau pihak ketiga, yang melibatkan penggunaan tipu muslihat untuk memperoleh suatu keuntungan secara tidak adil atau melanggar hukum. Kecurangan dibedakan menjadi (1) penyalahgunaanaset, dan (2) pelaporan keuangan yang mengandung kecurangan.Jenis kesalahan penyajian yang terakhir ini lebih sering dilakukan oleh manajemen (atau pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola), oleh karena itu disebut juga kecurangan manajemen. Contoh kecurangan dalam pelaporan keuangan adalah secara sengaja membuat lebih saji penjualan menjelang tanggal neraca untuk meningkatkan laba bersih dalam laporan keuangan.

Auditor menghabiskan sebagian besar waktu dalam perencanaan dan pelaksanaan auditya untuk menemukan kekeliruan tak disengaja yang dilakukan oleh manajemen dan karyawan. Auditor menemukan berbagai jenis kesalahan yang disebabkan oleh kekeliruan dalam

melakukan perhitungan, penghilangan, kesalahpengertian dan kesalahan dalam penerapan standar akuntansi, dan pembuatan ringkasan dan penjelasan yang keliu. Dalam buku ini kita akan melihat bagaimana auditor merencanakan dan melaksanakan audit untuk mendeteksi baik kesalahan maupun kecurangan

Standar auditing tidak membedakan antara tanggungjawab auditor untuk mencari kesalahan dan kecurangan. Baik untuk kesalahan maupun kecurangan, auditor harus mendapat keyakinan memadai tentang apakah laporan keangan bebas dari kesalahan penyajian material. Standar juga mengakui bahwa kecurangan seringkali lebih sulit ditemukan karena manajemen atau karyawan yang melakukan kecurangan akan berusaha untuk menutupi kecurangan. Namun demikian, kesulitan untuk mendeteksi kecurangan tidak mengubah tanggungjawab auditor untuk merencanakan dan melaksanakan audit dengan tepat guna mendeteksi kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kesalahan maupun kecurangan.

*Disclaimer*

Recent Posts

Mengenal Lebih Dalam Terkait Barang Lartas

IBX-Jakarta. Dalam ketentuan terkait Bea dan Cukai di Indonesia terdapat sebuah istilah yang disebut sebagai Barang Lartas (barang pelarangan dan pembatasan). Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan 161/PMK.04/2007 jo PMK 141/PMK.04/2020 tentang Pengawasan Terhadap Impor atau Ekspor Barang Larangan dan/atau Pembatasan, menjelaskan bahwa barang lartas adalah barang yang dilarang dan/atau dibatasi pemasukannya

Read More »

Perusahaan Harus Memberikan Perlindungan Bagi Karyawan!

IBX-Jakarta. Sama seperti halnya konsumen, kedudukan pekerja (karyawan) pada umumnya juga lemah di mata perusahaan. Pengalaman menunjukkan hal ini. Oleh karena itu, perlindungan tenaga kerja sudah memperoleh perhatian dunia sejak lama. Asas yang seharusya dipakai dalam hubungan ketenagakerjaan adalah asas manfaat, keadilan, kewajaran, integritas, dan iktikad baik. Asas manfaat dapat juga dinterpretasikan sebagai sesuatu yang saling menguntungkan dalam hubungan ketenagakerjaan.

Read More »