Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Ukuran tenaga penjualan

Oleh: Affin Jaffar Umarovic

Setelah perusahaan telah menetapkan strukturnya, siap untuk mempertimbangkan ukuran tenaga penjualan. Tenaga penjualan dapat berkisar dari hanya beberapa tenaga penjualan hingga puluhan ribu. Sebuah perusahaan mungkin menggunakan beberapa bentuk pendekatan beban kerja untuk menetapkan ukuran tenaga penjualan. Dengan menggunakan pendekatan ini, perusahaan pertama-tama mengelompokkan akun ke dalam kelas yang berbeda sesuai dengan aturan, status, akun, atau faktor lain yang terkait dengan jumlah upaya yang diperlukan untuk mempertahankan akun. Ini kemudian menentukan jumlah tenaga penjualan yang diperlukan untuk menghubungi setiap kelas akun sebanyak yang diinginkan

Masalah manajemen penjualan juga harus menentukan siapa yang akan terlibat dalam upaya penjualan dan bagaimana berbagai tenaga penjualan dan dukungan penjualan akan bekerja sama. Sebuah perusahaan mungkin memiliki tenaga penjualan luar (atau tenaga penjualan lapangan). Tenaga penjualan dalam, atau keduanya dengan tenaga penjualan luar melakukan penjualan untuk memanggil pelanggan di lapangan, sebaliknya, sedangka orang dalam melakukan bisnis dari kantor mereka melalui telepon, interaksi online dan media sosial, atau kunjungan dari pembeli. Penggunaan tenaga penjualan dalam telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir sebagai akibat dari peningkatan biaya penjualan luar dan lonjakan teknologi online, seluler dan media sosial.

Beberapa tenaga penjualan dalam memberikan dukungan bagi tenaga penjualan luar, membebaskan mereka untuk menghabiskan lebih banyak waktu menjual ke akun-akun utama dan menemukan prospek baru.

Tenaga penjual dalam lainnya melakukan lebih dari sekedar memberikan dukungan telemarketer dan penjual online menggunakan telepon, internet dan media sosial untuk menemukan prospek baru, mempelajari tentang pelanggan dan bisnis mereka, atau menjual dan melayani akun secara langung. Pemasaran jarak jauh dan penjualan online bisa menjadi cara yang sangat efektif dan lebih murah untuk menjual kepada pelanggan yang lebih kecil dan lebih sulit dijangkau. Tergantung pada kompleksitas produk dan pelanggan.

Selain penghematan biaya, di lingkungan digital selluler dan media sosial saat ini banyak pembeli lebih mudah menerima atau bahkan lebih memilih kontak telepon dan online dibandingkan kontak tatap muka. Pelanggan saat ini lebih cenderung mengumpulkan informasi mereka sendiri secara online. Satu penelitian menunjukkan bahwa pembeli biasa menghubungi perwakilan penjualan hanya setelah menyelesaikan sekitar 60 persen proses pembelian secara mandiri kemudian pembeli secara rutin menggunakan telepon pertemuan online dan interaksi media sosial untuk melibatkan penjual dan menutup transaksi.

***Disclaimer***

Recent Posts

Setara Dubai, Pemerintah Bakal Bentuk Pusat Finansial Internasional di Bali dengan Fasilitas Pajak Khusus

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia tengah bersiap menggebrak panggung finansial global dengan merancang sebuah kawasan ekonomi khusus terintegrasi yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing tangguh bagi pusat keuangan di Dubai. Langkah besar ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah transformasi struktural yang telah memiliki fondasi hukum kuat melalui disahkannya Undang-Undang Nomor 4

Read More »

DJP Melakukan Pembaruan UI Coretax pada Juni 2026

IBX – Jakarta. Sistem Core Tax Administration System (Coretax) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah kembali beroperasi secara normal pasca-penghentian layanan sementara (downtime). Sebelumnya, otoritas pajak telah menginformasikan bahwa layanan Coretax akan dihentikan sementara terhitung sejak Jumat, 5 Juni 2026, pukul 18.00 WIB hingga Senin, 8 Juni 2026,

Read More »

DJP Melakukan Reaktivitasi Wajib Pajak Non-Effective Tahun 2026

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus mengintensifkan upaya perluasan basis pajak (tax base) guna mengamankan target penerimaan negara. Salah satu langkah strategis yang diimplementasikan adalah reaktivasi puluhan ribu Wajib Pajak yang sebelumnya berstatus Non-Efektif (NE) atau dormant. Secara konseptual, Wajib Pajak dormant merupakan subjek pajak yang

Read More »