Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Mata Uang Indonesia Bangkit, Dollar Tenggelam, Pertanda Apakah Ini ?

IBX-Jakarta. Pada 30 Juli 2024, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mencapai angka Rp16.275, mendekati level tertinggi terakhir pada 31 Maret 2020 yang tercatat di Rp16.300. Namun, pada 29 Agustus 2024, dolar AS mengalami penurunan signifikan hingga mencapai Rp15.365.

Beberapa faktor penyebab penguatan rupiah terhadap dolar AS akhir-akhir ini meliputi:

  1. Sentimen Positif di Pasar Global: Penguatan rupiah terlihat seiring dengan meningkatnya “risk appetite” di kalangan investor global. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih berani mengambil risiko, yang berdampak positif pada mata uang rupiah.
  2. Penurunan Indeks Harga Produsen (PPI) AS: PPI AS untuk bulan Juli 2024 menunjukkan penurunan yang lebih besar dari yang diharapkan pasar. Penurunan ini menandakan risiko inflasi yang lebih rendah dari sisi produsen, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi inflasi konsumen. Harapan akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (FOMC) semakin memperkuat spekulasi di pasar.

Penguatan rupiah tentu memiliki dampak terhadap perdagangan ekspor dan impor:

  • Ekspor:
    • Harga Produk Ekspor: Dengan menguatnya rupiah, harga produk ekspor Indonesia menjadi lebih tinggi di pasar internasional. Hal ini bisa menurunkan permintaan terhadap produk ekspor dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekspor.
    • Sentimen Positif: Di sisi lain, penguatan rupiah juga bisa menjadi sinyal positif bagi pengusaha yang bergantung pada impor bahan baku atau barang modal, karena biaya impor menjadi lebih murah.
  • Impor:
    • Harga Barang Impor: Ketika rupiah menguat, harga barang impor menjadi lebih terjangkau. Ini memberikan keuntungan bagi pelaku usaha impor karena biaya produksi menjadi lebih rendah.
    • Pertumbuhan Impor: Walaupun barang impor menjadi lebih murah, penguatan rupiah dapat menyebabkan inflasi pada barang-barang impor. Kondisi ini bisa menahan pertumbuhan impor dan mempengaruhi dinamika ekonomi.

Secara keseluruhan, penguatan rupiah terhadap dolar AS mencerminkan perubahan penting dalam kondisi pasar global dan dapat memiliki dampak yang kompleks terhadap ekonomi Indonesia, baik dalam konteks ekspor maupun impor.

**Disclaimer**

Refferensi :

Praditya, I. I. (2024, August 14). Rupiah Menguat dari Dolar AS, Faktor-Faktor Ini Kunci Penggeraknya. liputan6.com. https://www.liputan6.com/bisnis/read/5672890/rupiah-menguat-dari-dolar-as-faktor-faktor-ini-kunci-penggeraknya

NURITA PASARIBU. “Ekspor Dan Impor: Bagaimana Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Akan Mempengaruhi Daya Saing Ekspor Dan Impor Indonesia? Halaman 1 – Kompasiana.com.” KOMPASIANA, Kompasiana.com, 24 Mar. 2024,

Recent Posts

DJP Usulkan Rp5,4 Triliun untuk Kembangkan AI Pengawasan Pajak.

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengajukan pagu indikatif sebesar Rp5,40 triliun untuk tahun anggaran 2027 kepada Komisi XI DPR RI. Anggaran tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan alokasi tahun 2026 setelah efisiensi, yang mencapai Rp5,42 triliun. Dari total anggaran itu, sekitar 89,2% atau Rp4,81 triliun dialokasikan untuk fungsi utama

Read More »

Insentif Pajak Jadi Strategi Baru Jakarta Dorong Budaya Pilah Sampah

IBX – Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah baru dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab melalui pemberian insentif pajak kepada pelaku usaha. Kebijakan ini ditujukan bagi hotel, restoran, dan kafe yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam kompetisi pilah sampah yang akan diselenggarakan pemerintah daerah. Langkah tersebut mencerminkan

Read More »