Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Dasar Akuntansi & Pajak: Ibarat Dua Sisi Mata Uang

IBX – Jakarta. Akuntansi dan pajak adalah dua hal yang saling berkaitan erat dalam dunia bisnis dan keuangan. Meskipun keduanya memiliki fokus yang berbeda, namun keduanya saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Akuntansi berfungsi untuk mencatat, mengelola, dan menyajikan informasi keuangan secara sistematis. Sementara itu, pajak merupakan kewajiban yang timbul atas aktivitas ekonomi yang dicatat dan disusun melalui proses akuntansi. Tanpa pencatatan yang akurat dan rapi, proses pelaporan pajak yang benar akan sulit dilakukan.

Akuntansi menyediakan fondasi data yang diperlukan untuk perhitungan pajak. Seluruh transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu usaha harus dicatat secara benar agar bisa dihitung berapa besar pajak yang harus dibayar kepada negara. Informasi mengenai penghasilan, biaya, aset, dan kewajiban, yang semuanya tercatat dalam laporan keuangan, menjadi bahan utama dalam menyusun laporan pajak. Oleh karena itu, akuntansi bukan hanya menjadi alat pengelolaan keuangan internal, tetapi juga alat bantu kepatuhan pajak yang efektif.

Namun, dalam praktiknya, terdapat perbedaan antara standar akuntansi komersial dengan aturan perpajakan. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi umum sering kali perlu disesuaikan saat digunakan untuk pelaporan pajak. Perbedaan ini muncul karena pendekatan fiskal memiliki batasan dan ketentuan tersendiri yang diatur oleh undang-undang perpajakan. Misalnya, ada biaya-biaya yang secara komersial diakui sebagai pengeluaran, tetapi secara fiskal tidak diperkenankan untuk mengurangi penghasilan kena pajak. Oleh sebab itu, pemahaman yang cukup tentang keduanya sangat penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam pelaporan yang bisa berakibat pada sanksi administrasi atau pemeriksaan pajak.

Di tengah perkembangan ekonomi digital dan pengawasan pajak yang semakin ketat, hubungan antara akuntansi dan pajak menjadi semakin relevan. Pemerintah kini aktif memantau aktivitas ekonomi yang bersumber dari media digital, e-commerce, dan profesi independen, seperti content creator, freelancer, serta pelaku usaha mikro. Semua aktivitas ekonomi ini, meskipun dilakukan secara daring, tetap menghasilkan penghasilan yang secara hukum dikenai pajak. Tanpa pencatatan yang baik, pelaporan pajak bisa tidak akurat, dan ini membuka potensi pelanggaran yang bisa merugikan pelaku usaha itu sendiri.

Kesadaran untuk memahami dasar akuntansi dan implikasinya terhadap pajak perlu ditanamkan sejak dini, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang mungkin belum memiliki akses ke tenaga profesional. Dengan pemahaman yang baik, pemilik usaha bisa membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan menghindari risiko hukum akibat ketidaktahuan dalam pelaporan pajak. Akuntansi bukan sekadar alat untuk mencatat uang keluar masuk, tetapi juga kunci untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan bisnis.

Akhirnya, memahami bahwa akuntansi dan pajak adalah satu kesatuan akan membantu setiap pelaku ekonomi menjalankan usahanya dengan lebih terarah. Keduanya bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian penting dari praktik bisnis yang sehat dan profesional. Maka dari itu, membangun kesadaran akuntansi bukan hanya tentang menyusun laporan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial sebagai warga negara yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.

Recent Posts

Simultaneous Tax Examination sebagai Langkah Kolaboratif Mencegah Sengketa Transfer Pricing

IBX – Jakarta. OECD menyebutkan terdapat 3 (tiga) cara pertukaran informasi yaitu on request exchange of information. spontaneous exchange of information, dan automatic or routine exchange of information. Terdapat pula cara pertukaran informasi yang lain, yaitu simultaneous tax examinations, visit of authorized representatives of the competent authorities, dan industry wide

Read More »

Tembus 1,15 Juta Wajib Pajak: Realisasi Pelaporan SPT Tahunan 2025 via Coretax per Februari 2026

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat tingkat partisipasi yang signifikan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2025. Per tanggal 2 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.150.414 Wajib Pajak (WP) telah melaporkan kewajiban perpajakannya melalui sistem terbaru, Core Tax Administration System (Coretax). Sehubungan dengan implementasi penuh sistem ini, DJP menekankan agar seluruh

Read More »

Isu Pajak Jadi Sorotan, Nama Kim Seon Ho Ikut Terseret

IBX – Jakarta. Kim Seon Ho aktor dari negeri gingseng menjadi sorotan kembali setelah bermain K-Drama di bawah produksi Netflix yang berjudul Can This Love Be Translated? tuai perbincangan. Setelah artis Cha Eun Woo menjadi trending public belakangan terakhir karena isu pajak, nama Kim Seon-Ho terseret karena diduga melakukan isu

Read More »