Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Batas Pelaporan SPT Tahunan 2024 Untuk WP Badan Tinggal 2 Hari Lagi! Masih Ada Waktu

IBX-Jakarta; Wajib Pajak Badan hanya memiliki waktu 2 hari lagi untuk menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan periode 2024, dengan batas akhir pelaporan pada 30 April 2024. Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), penyampaian SPT Tahunan WP Badan wajib dilakukan paling lambat 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak.

Keterlambatan penyampaian SPT Tahunan PPh Badan akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp1.000.000,-. Kemudian, apabila terjadi kekurangan pembayaran pajak terutang, WP juga akan dikenakan sanksi berupa bunga sebesar tarif bunga perbulan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Sanksi bunga ini dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran, dan dikenakan paling lama 24 bulan serta bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan.

Meskipun demikian, WP yang tidak bisa menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan tepat waktu, dapat mengajukan permohonan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT Tahunan paling lama 2 bulan setelah batas waktu penyampaian SPT Tahunan atau dengan kata lain hingga 30 Juni 2025 untuk WP Badan.

Dokumen yang Diperlukan untuk Permohonan Penundaan Penyampaian SPT Tahunan Badan

Berikut ini adalah sejumlah dokumen yang wajib dilampirkan saat mengajukan permohonan penundaan penyampaian SPT Tahunan Badan:

  • Laporan Keuangan Sementara untuk tahun pajak yang bersangkutan, disusun oleh Wajib Pajak sendiri. Laporan ini bukan merupakan laporan hasil konsolidasi grup.
  • Surat Setoran Pajak (SSP) PPh Pasal 29, yang berfungsi sebagai bukti pelunasan atas kekurangan pembayaran pajak, kecuali apabila Wajib Pajak telah mendapatkan izin untuk mengangsur atau menunda pembayaran PPh Pasal 29.
  • Surat Pernyataan dari Akuntan Publik yang menyatakan bahwa audit laporan keuangan Wajib Pajak belum selesai karena masih dalam proses pemeriksaan.

Prosedur Pengajuan Penundaan Penyampaian SPT Tahunan Badan

Permohonan penundaan penyampaian SPT Tahunan oleh Wajib Pajak Badan harus disampaikan secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggunakan formulir yang telah ditentukan sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan (30 April).

Untuk SPT Tahunan PPh Badan, permohonan menggunakan Formulir 1771-Y, sedangkan bagi Wajib Pajak yang menggunakan mata uang dolar AS, digunakan Formulir 1771-$Y.

Permohonan tersebut juga harus dilengkapi dengan perhitungan sementara atas pajak terutang untuk tahun pajak bersangkutan serta disertai Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan kekurangan pembayaran pajak.

Kemudian, mengacu pada Pasal 7 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 21/PJ/2009, Wajib Pajak Badan yang belum dapat menyampaikan SPT Tahunan dalam jangka waktu perpanjangan yang telah diberitahukan sebelumnya, diperbolehkan mengajukan permohonan perpanjangan tambahan, selama tidak melewati batas waktu yang ditentukan.
Apabila SPT Tahunan tetap tidak disampaikan hingga batas waktu tersebut, Wajib Pajak akan dikenai Surat Teguran

Pengajuan Ditolak atau Diterima

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berwenang memutuskan apakah permohonan perpanjangan penyampaian SPT Tahunan disetujui atau ditolak. Keputusan tersebut akan disampaikan kepada Wajib Pajak paling lambat dalam waktu 7 hari kerja sejak permohonan lengkap diterima.

Jika dalam jangka waktu tersebut DJP tidak memberikan keputusan atau tidak mengirimkan pemberitahuan, maka permohonan dianggap disetujui. Dengan demikian, Wajib Pajak tidak perlu khawatir apabila tidak segera menerima balasan dari DJP.

Sumber: Cara dan Syarat Perpanjangan SPT Tahunan Badan, Masih Ada Waktu, WP Badan Diimbau Segera Lapor SPT Tahunan 2024

Recent Posts

Pemerintah Siap Terapkan PPh Pasal 22 pada Transaksi Marketplace Mulai Juli 2026

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang online dalam negeri mulai tanggal 1 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemberlakuan pajak baru. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan

Read More »

Optimalisasi Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak, Kini DJP Mengintegrasikan Coretax dengan Data Konsumsi Listrik

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memperkuat kapabilitas pengawasan perpajakan melalui integrasi Core Tax Administration System (Coretax) dengan berbagai sistem informasi milik institusi eksternal. Saat ini, sistem administrasi perpajakan tersebut telah terhubung secara komprehensif dengan basis data pelanggan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor

Read More »

Purbaya Tegaskan Patriot Bond Tak Sama dengan Tax Amnesty

IBX – Jakarta. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memberikan perlindungan dari tuntutan pidana, perpajakan, dan gugatan perdata bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond memicu kekhawatiran di tengah publik. Pasalnya, data dan informasi yang bersumber dari pembelian instrumen tersebut juga tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak

Read More »