Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Dari PPh hingga Pajak Karbon, Inilah Instrumen Progresif Penopang APBN!

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia tengah mengkaji berbagai instrumen pajak progresif sebagai langkah strategis untuk memperkuat penerimaan negara (APBN). Langkah ini dinilai penting, mengingat rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) selama hampir dua dekade stagnan antara 9–12%, jauh dari rata-rata ASEAN di saat kebutuhan pembiayaan publik terus meningkat.

1. Pajak Kekayaan (Wealth Tax)

Salah satu instrumen yang paling mendapat sorotan adalah pajak kekayaan bernilai 2% atas total aset bersih individu. Berdasarkan riset dari lembaga Celios, penerapan pajak ini hanya selama satu tahun diperkirakan dapat menyumbangkan sekitar Rp 81,6 triliun dari 50 orang terkaya di Indonesia, yang rata-rata memiliki kekayaan bersih mencapai Rp 159 triliun.

2. Pajak Karbon dan Lingkungan

Riset yang sama memperkirakan penerimaan signifikan dari beberapa pajak lingkungan, antara lain:

  • Pajak karbon: Rp 76,4 triliun
  • Pajak atas produksi batu bara: Rp 66,5 triliun
  • Pajak atas “windfall profit” di sektor tambang: Rp 50 triliun
  • Pajak atas kerusakan dan hilangnya keanekaragaman hayati: Rp 48,6 triliun.

Selain itu, Indonesia telah menerapkan pajak karbon sejak 1 Juli 2022, terutama pada pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara sebagai upaya mengatasi dampak lingkungan sekaligus menjadi sumber penerimaan baru .

3. Pajak Konsumsi Progresif (VAT Progresif)

Penguatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga menjadi perhatian utama. Rencana peningkatan tarif PPN secara selektif, hanya untuk barang mewah, akan mulai berlaku per 1 Januari 2025: tarif naik dari 11% menjadi 12% hanya untuk barang tertentu seperti rumah mewah, mobil, dan pesawat mewah.

Kemudian, gagasan reformasi VAT progresif yang juga dipaparkan oleh pakar menyarankan skema satu tarif umum disertai kompensasi waktu nyata (real time) kepada rumah tangga berpenghasilan rendah. Melalui integrasi sistem administrasi pajak dan platform pembayaran digital, sistem ini memungkinkan pengembalian dana otomatis saat pembelian, suatu pendekatan adil yang digadang-gadang bisa menghasilkan miliaran rupiah tanpa membebani kelompok berpenghasilan rendah.

4. Instrumen Pajak Tambahan

Riset Celios bahkan menyebut beberapa sumber tambahan penerimaan potensial seperti:

  • Pajak digital: Rp 29,5 triliun
  • Pajak warisan (inheritance tax): Rp 20 triliun
  • Pajak atas kepemilikan rumah ketiga: Rp 4,7 triliun
  • Cukai minuman manis (sugary drinks excise): Rp 3,9 triliun
  • Evaluasi ulang insentif pajak yang tidak tepat sasaran: bisa menyelamatkan Rp 137,4 triliun.

5. Peran Administrasi Pajak

Tidak hanya instrumen baru, reformasi tata kelola pajak juga terbukti efektif. Studi terdahulu menunjukkan bahwa pembentukan Medium Taxpayer Offices (MTO) dengan personel pengawasan lebih intensif berhasil menggandakan penerimaan pajak dibanding metode konvensional, dengan biaya admin sangat rendah. Langkah ini efektif memperluas basis pajak dan meningkatkan ketaatan wajib pajak.

Sumber: Which Progressive Tax Types Could Boost Indonesia’s Revenue?

Recent Posts

Simultaneous Tax Examination sebagai Langkah Kolaboratif Mencegah Sengketa Transfer Pricing

IBX – Jakarta. OECD menyebutkan terdapat 3 (tiga) cara pertukaran informasi yaitu on request exchange of information. spontaneous exchange of information, dan automatic or routine exchange of information. Terdapat pula cara pertukaran informasi yang lain, yaitu simultaneous tax examinations, visit of authorized representatives of the competent authorities, dan industry wide

Read More »

Tembus 1,15 Juta Wajib Pajak: Realisasi Pelaporan SPT Tahunan 2025 via Coretax per Februari 2026

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat tingkat partisipasi yang signifikan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2025. Per tanggal 2 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.150.414 Wajib Pajak (WP) telah melaporkan kewajiban perpajakannya melalui sistem terbaru, Core Tax Administration System (Coretax). Sehubungan dengan implementasi penuh sistem ini, DJP menekankan agar seluruh

Read More »

Isu Pajak Jadi Sorotan, Nama Kim Seon Ho Ikut Terseret

IBX – Jakarta. Kim Seon Ho aktor dari negeri gingseng menjadi sorotan kembali setelah bermain K-Drama di bawah produksi Netflix yang berjudul Can This Love Be Translated? tuai perbincangan. Setelah artis Cha Eun Woo menjadi trending public belakangan terakhir karena isu pajak, nama Kim Seon-Ho terseret karena diduga melakukan isu

Read More »