Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Dirjen Pajak Dikenakan Sanksi atas Permasalahan Coretax?

IBX-Jakarta. Implementasi sistem inti administrasi perpajakan atau Coretax yang terus bermasalah dapat berpotensi menjerat Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo, dengan sanksi administratif maupun pidana. Menurut Direktur Kebijakan Publik Center of Economics and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, peluang tersebut diatur dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menyatakan bahwa kegagalan dalam penyelenggaraan layanan publik dapat menyebabkan pejabat terkait dikenakan sanksi berupa teguran hingga pemecatan.

Dalam Pasal 54 UU tersebut dijelaskan bahwa jika sebuah layanan publik tidak memenuhi standar, maka penyelenggaranya berisiko terkena sanksi administrasi. Lebih lanjut, Pasal 55 dan 56 mengatur kemungkinan adanya sanksi pidana dan denda jika kegagalan layanan publik menyebabkan kerugian fisik atau kerugian negara. Media menambahkan, jika sistem Coretax terbukti menghambat penerimaan pajak, maka perlu adanya evaluasi terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak, termasuk potensi penerapan sanksi administratif.

Lebih jauh lagi, Media menyebutkan bahwa apabila ditemukan indikasi kelalaian, penyalahgunaan kewenangan, atau maladministrasi dalam proses pengadaan sistem Coretax, bisa jadi akan ada penyelidikan lebih lanjut. Serupa dengan hal itu, Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI), Rinto Setiyawan, mengungkapkan bahwa permasalahan terkait implementasi Coretax sudah tidak bisa disangkal lagi. Ia mendesak agar pemerintah dan pihak berwenang mengambil langkah serius dalam menuntaskan masalah ini.

Rinto juga menambahkan bahwa pengadaan aplikasi pemerintah seharusnya mengikuti tiga tahap yang terurut, yaitu dimulai dari proses bisnis, kemudian regulasi, dan akhirnya teknologi. Namun, dalam kasus pengadaan Coretax, urutan tersebut justru terbalik, dimulai dari regulasi (Perpres No. 40/2018), lalu teknologi (pengadaan dengan menggunakan commercial-off-the-shelf software), dan baru setelah itu proses bisnis. Hal ini, menurutnya, menjadi penyebab utama kegagalan sistem Coretax dalam meningkatkan penerimaan pajak seperti yang diharapkan.

Sumber: Coretax Terus Bermasalah, Dirjen Pajak Bisa Kena Sanksi?

Recent Posts

Pemerintah Siap Terapkan PPh Pasal 22 pada Transaksi Marketplace Mulai Juli 2026

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang online dalam negeri mulai tanggal 1 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemberlakuan pajak baru. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan

Read More »

Optimalisasi Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak, Kini DJP Mengintegrasikan Coretax dengan Data Konsumsi Listrik

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memperkuat kapabilitas pengawasan perpajakan melalui integrasi Core Tax Administration System (Coretax) dengan berbagai sistem informasi milik institusi eksternal. Saat ini, sistem administrasi perpajakan tersebut telah terhubung secara komprehensif dengan basis data pelanggan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor

Read More »

Purbaya Tegaskan Patriot Bond Tak Sama dengan Tax Amnesty

IBX – Jakarta. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memberikan perlindungan dari tuntutan pidana, perpajakan, dan gugatan perdata bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond memicu kekhawatiran di tengah publik. Pasalnya, data dan informasi yang bersumber dari pembelian instrumen tersebut juga tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak

Read More »