Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

IHSG Diproyeksi Bergerak Volatil, Simak Saham Pilihan Hari Ini

IBX-Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak cukup fluktuatif pada perdagangan hari ini, Rabu, 16 April 2025. Para analis menilai IHSG berpotensi menguji level resistance di angka 6.500, namun pergerakan indeks masih dibayangi ketidakpastian.

IHSG Masih Melemah secara Tahunan

Pada perdagangan kemarin, Selasa (15/4), IHSG ditutup menguat 1,15% ke level 6.441,68. Meskipun berhasil naik, IHSG masih tercatat melemah 9,01% secara year-to-date (YtD) atau sejak awal tahun 2025. Artinya, secara keseluruhan, pasar saham Indonesia masih dalam tren menurun jika dilihat dari awal tahun.

Investor Asing Masih Lakukan Net Sell

Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa penguatan IHSG kemarin tidak disertai dengan dukungan penuh dari investor asing. Tercatat, terjadi aksi jual bersih (net sell) dari investor asing sebesar Rp302 miliar. Beberapa saham unggulan yang paling banyak dijual asing antara lain adalah:

  • BBNI (Bank Negara Indonesia)
  • BMRI (Bank Mandiri)
  • ITMG (Indo Tambangraya Megah)
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
  • GOTO (GoTo Gojek Tokopedia)

Potensi Koreksi Masih Terbuka

Menurut analisis teknikal dari BNI Sekuritas, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi jika gagal menembus level resistance 6.500. Batas bawah (support) IHSG hari ini berada di kisaran 6.250 hingga 6.370, sedangkan batas atas (resistance) berada di area 6.470 hingga 6.500.

Saham Rekomendasi dari BNI Sekuritas

Untuk menyikapi kondisi pasar yang masih berfluktuasi, BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang patut dicermati oleh investor. Saham-saham ini dinilai memiliki potensi pergerakan positif dan bisa menjadi peluang investasi jangka pendek. Berikut daftarnya:

  • AADI (Andalan Sakti Primaindo)
  • CPIN (Charoen Pokphand Indonesia)
  • AMRT (Sumber Alfaria Trijaya/Alfamart)
  • PTRO (Petrosea)
  • BRMS (Bumi Resources Minerals)
  • BUMI (Bumi Resources)

Proyeksi Lain dari MNC Sekuritas

Sementara itu, dalam riset terpisah, tim analis dari MNC Sekuritas juga melihat peluang penguatan IHSG meskipun pergerakan masih terbatas oleh resistance. Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas menyajikan dua skenario pergerakan IHSG yang patut dicermati:

1. Skenario Optimis (Merah)

IHSG diperkirakan sedang berada di awal fase penguatan (wave B). Jika skenario ini berjalan, maka IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 6.510 hingga 6.678 dalam beberapa waktu ke depan.

2. Skenario Pesimis (Hitam)

Jika kondisi pasar tidak membaik, IHSG diprediksi sedang memasuki fase penurunan lanjutan (wave (iii) dari wave [v]). Dalam skenario ini, IHSG bisa terkoreksi lebih dalam menuju area 5.633–5.770.

Untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran:

  • Support: 5.825–6.148
  • Resistance: 6.510–6.609

Saham Pilihan MNC Sekuritas

MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham yang bisa diperhatikan oleh investor, tergantung strategi yang digunakan:

  • Strategi Buy on Weakness (beli saat harga turun):
    • BRMS (Bumi Resources Minerals)
    • UNTR (United Tractors)
    • MAPA (Map Aktif Adiperkasa)
  • Strategi Speculative Buy (beli dengan risiko tinggi tapi potensi cuan besar):
    • PNLF (Panin Financial)

Sumber: Bisnis.com

Recent Posts

Freeport Sumbang Hampir Rp70 Triliun, Pajak hingga Royalti Jadi Andalan

Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 perusahaan menyumbangkan sekitar US$4,3 miliar kepada negara, atau setara hampir Rp70 triliun. Ia merinci, kontribusi tersebut bersumber dari kewajiban fiskal dan pembagian keuntungan perusahaan. Setoran pajak menjadi porsi terbesar dengan nilai sekitar US$2 miliar (Rp32 triliun), diikuti penerimaan negara

Read More »

Pemerintah Perketat Restitusi Pajak melalui Audit dan Reformasi Regulasi

IBX – Jakarta. Pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap mekanisme pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) seiring meningkatnya nilai klaim dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini dilakukan melalui audit menyeluruh, perluasan pengawasan lintas lembaga, serta pembaruan regulasi guna memastikan penerimaan negara tetap terjaga. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI pada

Read More »