Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pelemahan Rupiah Semakin Terlihat, Apa Penyebab Hal ini Terjadi Kembali ?

IBX-Jakarta. Pada tanggal 14 November 2024, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan. Rupiah dibuka pada level Rp 15.795 per dolar AS, namun tidak lama kemudian terjun lebih dalam ke angka Rp 15.840. Penurunan ini terjadi setelah laporan inflasi di AS menunjukkan kenaikan menjadi 2,6%, yang merupakan lonjakan pertama dalam tujuh bulan terakhir. Kenaikan inflasi ini berpotensi mempengaruhi kebijakan suku bunga yang diambil oleh Federal Reserve (The Fed), dan dapat berimplikasi serius bagi stabilitas mata uang rupiah di Indonesia.

Kenaikan inflasi di AS, yang meningkat dari 2,4% pada bulan sebelumnya, menjadi sinyal bahwa The Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk menanggulangi tekanan inflasi. Hal ini menciptakan kekhawatiran di kalangan investor mengenai kemungkinan arus modal keluar dari Indonesia, karena mereka cenderung mencari aset yang lebih aman dalam denominasi dolar. Jika The Fed memilih untuk tidak menurunkan suku bunga atau bahkan mengambil langkah hawkish, ini dapat memperburuk kondisi nilai tukar rupiah.

Tak hanya itu hal ini juga terjadi karena pemilihan presiden US yang memberi dampak kuat terhadap mata uang negaranya, hal ini di dasarkan oleh pernyataan Donald Trump berjanji akan menjadikan Amerika Serikat sebagai “crypto capital of the planet” dan “Bitcoin superpower of the world” yang sangat menarik para investor terhadap mata uang USD dan Bitcoin. Hal ini tentu menekan harga rupiah terhadap USD.

Pelemahan rupiah ini tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga dapat memicu inflasi domestik yang lebih tinggi akibat meningkatnya biaya barang impor. Sektor industri dan perdagangan yang sangat bergantung pada impor akan merasakan dampak langsung dari fluktuasi nilai tukar ini. Dalam konteks ini, Bank Indonesia diharapkan untuk mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas mata uang dan mengurangi dampak negatif terhadap perekonomian nasional.

Dengan situasi yang semakin tidak menentu, penting bagi para pelaku pasar dan pemerintah untuk memantau perkembangan ini dengan cermat. Kenaikan inflasi AS dan respons dari The Fed akan menjadi faktor krusial dalam menentukan arah pergerakan nilai tukar rupiah ke depannya.

**Disclaimer**

Yusrial, M. R., & Gandhi, G. (2024, October 1). Mata Uang Rupiah Anjlok 66 Poin Hari Ini, Analis Prediksi Bakal Terus Melemah hingga Besok. Tempo. https://www.tempo.co/ekonomi/mata-uang-rupiah-anjlok-66-poin-hari-ini-analis-prediksi-bakal-terus-melemah-hingga-besok-3792

Recent Posts

Simultaneous Tax Examination sebagai Langkah Kolaboratif Mencegah Sengketa Transfer Pricing

IBX – Jakarta. OECD menyebutkan terdapat 3 (tiga) cara pertukaran informasi yaitu on request exchange of information. spontaneous exchange of information, dan automatic or routine exchange of information. Terdapat pula cara pertukaran informasi yang lain, yaitu simultaneous tax examinations, visit of authorized representatives of the competent authorities, dan industry wide

Read More »

Tembus 1,15 Juta Wajib Pajak: Realisasi Pelaporan SPT Tahunan 2025 via Coretax per Februari 2026

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat tingkat partisipasi yang signifikan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2025. Per tanggal 2 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.150.414 Wajib Pajak (WP) telah melaporkan kewajiban perpajakannya melalui sistem terbaru, Core Tax Administration System (Coretax). Sehubungan dengan implementasi penuh sistem ini, DJP menekankan agar seluruh

Read More »

Isu Pajak Jadi Sorotan, Nama Kim Seon Ho Ikut Terseret

IBX – Jakarta. Kim Seon Ho aktor dari negeri gingseng menjadi sorotan kembali setelah bermain K-Drama di bawah produksi Netflix yang berjudul Can This Love Be Translated? tuai perbincangan. Setelah artis Cha Eun Woo menjadi trending public belakangan terakhir karena isu pajak, nama Kim Seon-Ho terseret karena diduga melakukan isu

Read More »