Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pendapatan Negara Anjlok, Risiko Shortfall APBN 2025 Menguat

IBX-Jakarta. Kinerja penerimaan pajak dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Indonesia mengalami penurunan signifikan pada awal 2025, memicu kekhawatiran akan terjadinya shortfall atau melesetnya target pendapatan negara tahun ini.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan total pendapatan negara hingga Februari 2025 hanya mencapai Rp 316,9 triliun, turun 20,82% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penerimaan pajak menjadi sorotan utama karena terkontraksi 30,19% menjadi Rp 187,8 triliun, sementara PNBP turun 4,15% ke Rp 76,4 triliun. Hanya penerimaan bea dan cukai yang mengalami kenaikan 2,13% menjadi Rp 52,6 triliun.

Ekonom senior Bright Institute, Awalil Rizky, menilai awal yang buruk ini meningkatkan risiko shortfall yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Guru Besar Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, juga mengungkapkan bahwa turunnya penerimaan pajak dipicu batalnya kenaikan tarif PPN secara menyeluruh, melemahnya konsumsi domestik, rendahnya profitabilitas perusahaan, serta kendala implementasi sistem Coretax sejak Januari 2025.

Menanggapi situasi ini, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menyatakan pemerintah telah menyiapkan strategi tambahan untuk menutup kekurangan penerimaan. Langkah-langkah ini mencakup optimalisasi pajak digital, pengawasan ketat terhadap wajib pajak, intensifikasi penerimaan dari sumber daya alam, serta peningkatan layanan premium di berbagai sektor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa upaya ekstra diperlukan karena batalnya penerapan tarif PPN 12% untuk seluruh barang dan jasa—sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, tarif ini hanya berlaku untuk barang mewah, sementara lainnya tetap 11%.

Pemerintah optimistis strategi ini akan membantu mengejar target pendapatan negara dalam APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 3.005,1 triliun. Namun, tantangan ekonomi global dan domestik tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai dalam pencapaian target tersebut.

Sumber: Kinerja Pajak RI Jeblok, Sinyal Shortfall Menguat di Awal Tahun (CNBC)

Recent Posts

Menkeu Ungkap Modus Underinvoicing, Negara Kehilangan Potensi Penerimaan Besar

IBX-Jakarta. Pemerintah bersiap memperketat pengawasan terhadap praktik underinvoicing yang selama ini menjadi sumber kebocoran penerimaan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa manipulasi nilai transaksi ekspor-impor tidak bisa lagi dibiarkan, terutama ketika ruang defisit fiskal semakin sempit dan mendekati batas 3% dari produk domestik bruto (PDB). Hingga akhir Desember

Read More »

Kasus Suap Pajak yang Berulang dan Tantangan Reformasi Perpajakan

IBX – Jakarta. Tekanan terhadap penerimaan negara semakin besar, tetapi masalah lama di tubuh otoritas pajak kembali muncul ke permukaan. Rasio penerimaan pajak terhadap PDB yang hanya berada di kisaran 8,2% pada 2025 menjadi pengingat bahwa ruang fiskal Indonesia sedang tidak dalam kondisi ideal. Di tengah situasi itu, publik kembali

Read More »

Korupsi Oknum Pajak Berulang, Reformasi Internal Dinilai Mendesak

IBX – Jakarta. Kasus korupsi kembali mencuat dan lagi-lagi melibatkan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Peristiwa ini memperkuat pandangan bahwa masalah integritas aparatur pajak masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya terselesaikan oleh pemerintah. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai

Read More »