Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM

Oleh: Fikra Nur Syahbana

Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu usaha komersial milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria kekayaan bersih maksimal Rp50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta memiliki omzet tahunan maksimal Rp300 juta bagi usaha kecil. Adapun usaha menengah yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50juta sampai Rp500 juta. Penjualan tahunan usaha menengah lebih dari Rp500 juta sampai Rp2,5 miliar.

Berkembangnya UMKM sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kemajuan teknologi sangat menguntungkan bagi para pemilik bisnis sehingga meningkatkan kinerja usaha dan memudahkan operasi dalam input data keuangan lemudian diproses dengan sistem dan meghasilkan laporan keuangan. Sistem informasi didefinisikan sebagai kumpulan dari sub-sub sistem baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan, yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu sistem pemrosesan data akuntansi yang mengoordinasikan dari manusia, alat dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan.

Laporan akhir yang dihasilkan dari sistem informasi akuntansi adalah neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Sebuah bisnis apabila ingin berkembang perlu menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan benar. Laporan keuangan yang tepat dapat mendukung proses pengambilan keputusan bagi UMKM. Keputusan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian aktivitas perusahaan.

Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh pemilik UMKM agar bisnisnya dapat berjalan lancar.

  1. Faktor pertama ialah, sistem informasi akuntansi yang memiliki peran penting bagi keberlangsungan usaha karena sistem informasi akuntansi ini memberikan informasi keuangan yang tepat bagi UMKM. Dengan menggunakan sistem informasi akuntansi dapat memproses data penjualan maupun pembelian bahan baku yang kemudian akan menghasilkan laporan laba rugi. Laporan laba rugi tersebut akan sangat membantu efektivitas dalam berbisnis yang disebut juga sebagai kinerja UMKM.
  2. Faktor kedua yang mempengaruhi kinerja UMKM ialah penerapan sistem informasi akuntansi. Penerapan sistem informasi akuntansi dengan penggunaan teknologi akan memudahkan UMKM dan membantu operasional bisnis sehingga kinerja UMKM akan meningkat. Pada umumnya, sistem informasi akuntansi menggabungkan kegiatan akuntansi terhadap sumber daya teknologi modern seperti software Dengan begitu manajemen UMKM tidak perlu dibuat sibuk dengan membuat pembukuan yang masih manual.
  3. Faktor ketiga yang mempengaruhi kinerja UMKM adalah pengetahuan akuntansi. Selain fokus membangun bisnis, pelaku UMKM juga perlu memperhatikan proses pencatatan akuntansi. Hal ini dikarenakan catatan keuangan berfungsi sebagai alat dalam menjalankan bisnis. Penggunaan akuntansi dapat menunjang kemajuan UMKM terutama dalam hal keuangan. Peningkatan laba juga dapat direncanakan dengan menggunakan akuntansi. Dengan profit margin yang meningkat, perkembangan UMKM akan menjadi lebih baik sehingga UMKM akan menjadi salah satu solusi bagi masalah perekonomian di Indonesia.
  4. Faktor keempat ialah kemampuan berwirausaha untuk mendukung kinerja UMKM. Jiwa enterpreneur merupakan sebuah kepercayaan kuat bahwa seseorang harus mengubah dunia dengan sebuah ide dan inovasinya. UMKM yang inovatif dan kreatif akan mampu menciptakan dan memberikan nilai tambah bagi UMKM, sehingga bisnis akan semakin maju. Untuk mendapatkan kreatifitas yang tinggi, UMKM harus memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi untuk menghasilkan kinerja keuangan yang bagus. Kreatifitas yang bagus dan berbeda dengan UMKM lain akan meningkatkan penjualan.

Pada intinya, sistem informasi akuntansi adalah sistem yang mengakumulasi, menyimpan dan memproses informasi keuangan dan akuntansi. Keberadaan SIA dapat membantu penyusunan laporan keuangan UMKM secara efektif. Laporan keuangan yang dihasilkan bersifat cepat, tepat dan akurat yang membantu meningkatkan profitabilitas perusahaan.

*** Disclaimer ***

Recent Posts

Insentif Fiskal Sektor Transportasi: Implementasi PPN DTP pada Tiket Pesawat Domestik Menjelang Idul Fitri 1447 H

IBX – Jakarta. Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mobilitas masyarakat untuk kembali ke kampung halaman (mudik) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Masyarakat cenderung memanfaatkan beragam moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, kendaraan pribadi, kapal laut, hingga pesawat terbang. Merespons tingginya permintaan tersebut serta guna menjaga stabilitas harga,

Read More »

Program Magang 2026 Dapat Insentif Pajak?

Pemerintah lewat Program Paket Ekonomi 2026 memberikan sinyal positif keberlanjutan bagi peserta kegiatan magang nasional. Keberlanjutan tersebut bertujuan untuk melindungi kesejahteraan para pekerja dan sebagai sarana transisi bagi lulusan perguruan tinggi dalam memasuki dunia kerja. Sinyal positif direspon dalam bentuk skema Pajak Penghasilan (PPh) 21 yang Ditanggung Pemerintah (DTP) yang

Read More »

Menkeu Targetkan Tax Ratio 11–12% pada 2026, Ini Strategi yang Disiapkan Pemerintah

Menteri Keuangan Indonesia menargetkan peningkatan tax ratio ke kisaran 11-12% pada tahun 2026. Target ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan fiskal negara sekaligus memastikan pembiayaan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan. Peningkatan tax ratio dinilai krusial agar Indonesia memiliki ruang fiskal yang lebih sehat di tengah tantangan ekonomi global

Read More »