Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pengenaan Cukai Minuman Manis Makin Nyata

IBX-Jakarta. Pengenaan cukai pada minuman berpemanis dalam kemasan atau MBDK direncanakan mulai berlaku pada semester kedua 2025. Pemerintah menargetkan penerimaan cukai dari minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) mencapai Rp3,8 triliun pada tahun ini.

Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target tersebut melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 201/2024 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2025. Dalam dokumen tersebut, penerimaan perpajakan total dipatok sebesar Rp2.490,91 triliun, termasuk cukai MBDK sebesar Rp3,8 triliun.

Meski rencana cukai ini telah muncul sejak beberapa tahun lalu dengan target awal Rp4,39 triliun pada 2024, melalui Perpres 76/2023 penerapannya terus tertunda. Tahun ini, wacana tersebut kembali mengemuka setelah Ditjen Bea dan Cukai mengonfirmasi jadwal implementasi pada semester II/2025.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Ditjen Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa kebijakan ini tertuang dalam UU APBN 2025. Namun, sejumlah aturan turunan seperti PP, PMK, dan Perdirjen masih perlu disiapkan.

Tujuan utama pengenaan cukai ini adalah mengurangi konsumsi gula tambahan. Cukai hanya dikenakan pada produk dengan kandungan gula tambahan tertentu, tidak termasuk gula dalam makanan pokok seperti nasi.

Kasubdit Tarif Cukai dan Harga Dasar DJBC, Akbar Harfianto, menyatakan bahwa skema penerapan cukai ini masih dalam kajian. Skema tersebut mencakup pengenaan cukai di tingkat industri (on trade) dan tingkat ritel (off trade).

Selain itu, batas kandungan gula yang bebas atau dikenakan cukai masih dipelajari dengan mengacu pada praktik di negara lain. DJBC, bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM, akan menetapkan ambang batas tersebut.

Akbar menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan penerapan tarif ini tidak memberatkan pihak terkait, terutama pada tahap awal implementasi.

Sumber: Target Pengenaan Cukai Minuman Manis Makin Jelas (Bisnis.com)

Recent Posts

Implikasi PMK Nomor 44 Tahun 2026 terhadap Karyawan Perusahan

IBX – Jakarta. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 44/2026 yang mencabut PMK 229/2014, Kementerian Keuangan membatasi kategori kuasa Wajib Pajak menjadi Konsultan Pajak, Keluarga, dan Pihak Lain, di mana karyawan internal kini terklasifikasi sebagai Pihak Lain yang wajib memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) khusus kuasa untuk dapat mewakili perusahaan dalam

Read More »

Benarkah Pajak E-Commerce Baru Dipungut 2027? Ini Kata Purbaya

Pemerintah kembali menunda penerapan kebijakan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang online melalui platform e-commerce. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan tersebut baru akan diterapkan pada tahun depan, dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia. Kebijakan yang mengatur penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 tersebut sebelumnya dijadwalkan mulai

Read More »

Rencana Pajak Perhiasaan Berat Tertentu untuk Meminimalisir Praktik Penghindaran Bea Keluar Emas

IBX – Jakarta. Pemerintah mengungkap, bahwa terdapat praktik penghindaran pajak dalam skema ekspor emas dalam bentuk perhiasan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sedang memperketat Peraturan Menteri Keuangan terkait agar menutup celah yang dimanfaatkan melalui mengubah bentuk ekspor emas menjadi perhiasan Perubahan tersebut direncanakan melalui skema pengenaan pajak untuk perhiasaan dengan

Read More »