Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Produksi Rokok Masih Tinggi, Pemerintah Nilai Kebijakan Cukai Belum Optimal

IBX – Jakarta. Implementasi Cukai Hasil Tembakau (CHT) dinilai kurang efektif dalam menjalankan fungsinya sebagai pungutan yang dikenakan untuk mengatasi eksternalitas negatif dari suatu barang atau perilaku. Hal ini juga turut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Djaka Budi Utama. Ia menilai bahwa implementasi kebijakan CHT dinilai belum cukup kuat untuk menurunkan produksi maupun konsumsi rokok secara signifikan. Hal tersebut disebabkan oleh ketergantungan masyarakat dalam mengonsumsi rokok.

Menurut Djaka, selama masyarakat masih mengonsumsi rokok dengan frekuensi yang terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, maka implementasi CHT tidak akan memberikan dampak yang besar dalam menurunkan angka konsumsi rokok.

Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa produksi rokok terhitung dari Oktober 2025 hingga akhir tahun jumlahnya mencapai 258,4 miliar batang. Angka produksi memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya 265,9 miliar batang. Namun, apabila dilihat lebih jauh, penurunan produksi tersebut hanya terjadi pada kelompok Golongan I yang menyusut dari 138,7 miliar menjadi 125,7 miliar. Sebaliknya, produksi rokok pada Golongan II dan III justru mengalami peningkatan. Produksi hasil tembakau Golongan II naik 3,2% dari 74,2 miliar di Oktober 2024 menjadi 76,5 miliar di Oktober 2025. Sementara itu, Golongan III meningkat 6% dari 53,1 miliar batang menjadi 56,2 miliar batang.

Djaka mengusulkan agar pembagian dana bagi hasil (DBH) atas CHT dapat dinaikkan untuk mendukung program kesehatan masyarakat yang bertujuan mengatasi dampak dari konsumsi rokok.

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan telah memutuskan bahwa tidak akan ada kenaikan tarif CHT pada tahun 2026. Pada Jumat, 26 September 2025, ia berbicara di depan wartawan bahwa alasannya tidak melakukan kenaikan tarif pada CHT adalah karena ia sudah bertemu dengan pelaku industri rokok yang tergabung dalam Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) yang menyampaikan bahwa tarif CHT tidak perlu dinaikkan.

Sumber: Indonesia’s Tobacco Excise Said to Be Ineffective in Reducing Cigarette Production

Recent Posts

Otoritas Italia Investigasi Pajak Penghasilan Pembalap Formula 1 

IBX – Jakarta. Formula 1, sebuah salah satu ajang balapan olahraga dengan nilai bisnis miliaran dolar di investigasi terkait potensi tunggakan pajak di Italia yang belum dibayarkan. Sirkuit Italia rutin ada pada kalender  F1 setiap tahunnya, seperti Monza dan Imola. Otoritas pajak Italia melalui Guardia di Finanza sedang melakukan investigasi

Read More »

Isu Baru: Pemerintah Pertimbangkan Pajak Kendaraan Listrik

Mobil listrik berpotensi menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan industri otomotif. Prospek penjualannya diperkirakan akan semakin meningkat, terutama setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi yang membuat konsumen mulai beralih ke alternatif yang lebih efisien. Selain itu, perbedaan harga antara kendaraan listrik dan mobil berbahan bakar konvensional (ICE) kini semakin tipis, sehingga lebih

Read More »

Optimalisasi Penerimaan Negara melalui Penguatan Pajak High Wealth Individual dalam Rencana Strategis DJP 2025–2029

IBX – Jakarta. Melalui pengesahan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 2025–2029 yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-252/PJ/2025, Pemerintah Indonesia secara formal mempertegas komitmennya dalam mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatan basis pajak kelompok High Wealth Individual (HWI). Kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target fiskal secara

Read More »