Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Royalti Bukan Pajak: Negara Tak Dapat Apa-Apa, Kreator yang Berhak Menikmati

IBX – Jakarta. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa royalti bukan merupakan bentuk pajak sehingga negara tidak memperoleh pendapatan langsung dari pungutan tersebut. Ia menyatakan bahwa seluruh penerimaan royalti sepenuhnya disalurkan kepada para pemilik hak cipta melalui lembaga non-pemerintah.

“Royalti bukan pajak, negara tidak mendapatkan apa-apa secara langsung dari royalti. Semua pungutan itu disalurkan kepada yang berhak melalui LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) atau LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional).” ujar Supratman dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Sabtu (9/8/2025).

Dalam rangka memastikan akuntabilitas, pemerintah berencana menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkum) baru untuk mengatur sistem pemungutan royalti. Peraturan tersebut akan mencakup ketentuan mengenai besaran tarif serta transparansi pelaporan oleh LMK dan LMKN.

“Transparansi itu penting. Nanti akan kami umumkan laporan pemungutan dan penyaluran royalti ke publik. Kita juga akan bicarakan ulang soal tarifnya,” tegasnya.

Supratman juga menyoroti rendahnya jumlah royalti yang dikumpulkan oleh Indonesia jika dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia hanya mampu mengumpulkan sekitar Rp270 miliar per tahun, nominal yang jauh di bawah Malaysia yang berhasil mengumpulkan Rp600-700 miliar setiap tahunnya, meskipun jumlah penduduk Indonesia jauh lebih besar.

“Malaysia negara kecil dengan penduduk yang tidak seberapa, bisa kumpulkan hingga Rp700 miliar. Sementara kita, dengan penduduk 280 juta orang hanya dapat Rp270 miliar. Ini sangat kecil,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Supratman menyaksikan penandatanganan perjanjian damai antara LMK Sentra Lisensi Musik Indonesia (Selmi) dan PT Mitra Bali Sukses (MBS), pemegang lisensi merek Mie Gacoan. Sebelumnya, PT MBS sempat dilaporkan karena dugaan pelanggaran hak cipta dan sempat dijadikan tersangka. Namun, sengketa tersebut berhasil diselesaikan melalui mediasi oleh Kantor Wilayah Kemenkumham Bali. Supratman menyambut baik penyelesaian damai tersebut dan menyebutnya sebagai contoh positif dalam penegakan hak kekayaan intelektual.

Kemenkum menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sistem hak cipta dan royalti di Indonesia. Langkah-langkah strategis seperti pembaruan regulasi dan dorongan terhadap transparansi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan para pencipta mendapatkan haknya secara adil.

Pernyataan Menkum ini menjadi pengingat penting bahwa royalti adalah bentuk penghargaan terhadap karya kreatif, bukan pemasukan negara. Dengan regulasi yang lebih transparan dan adil, diharapkan ekosistem industri kreatif Indonesia bisa semakin sehat dan berdaya saing tinggi di kancah global.

Sumber: Menkum: Royalti Bukan Pajak, Negara Tak Dapat Apa-Apa

Recent Posts

DJP Usulkan Rp5,4 Triliun untuk Kembangkan AI Pengawasan Pajak.

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengajukan pagu indikatif sebesar Rp5,40 triliun untuk tahun anggaran 2027 kepada Komisi XI DPR RI. Anggaran tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan alokasi tahun 2026 setelah efisiensi, yang mencapai Rp5,42 triliun. Dari total anggaran itu, sekitar 89,2% atau Rp4,81 triliun dialokasikan untuk fungsi utama

Read More »

Insentif Pajak Jadi Strategi Baru Jakarta Dorong Budaya Pilah Sampah

IBX – Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah baru dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab melalui pemberian insentif pajak kepada pelaku usaha. Kebijakan ini ditujukan bagi hotel, restoran, dan kafe yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam kompetisi pilah sampah yang akan diselenggarakan pemerintah daerah. Langkah tersebut mencerminkan

Read More »