Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Setoran Pajak Baru Mencapai 38,23 Persen, Sri Mulyani Soroti Keuntungan Perusahaan Migas Menurun

IBX-Jakarta. Kementerian keuangan mencatat penerimaan pajak RI per Mei 2024 mencapai 760,38 triliun atau sebesar 38,32% dari target APBN 2024, dilansir dari finance.detik.com (27/06/2024).

Sri Mulyani menyampaikan pada Konferensi Pers APBN Kita Edisi Mei 2024, “Pajak kita telah terkumpul hingga Mei Rp760,38 triliun. Kalau kita lihat ini artinya 38,23% sudah kita kumpulkan dari target. Ini naik kalau dibandingkan bulan lalu Rp624,19 triliun.”

Namun demikian, setoran pajak RI dinilai lebih lambat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023. Pada Mei 2023, penerimaan pajak RI mencapai Rp830,29 triliun atau sebesar 48,33% dari target.

Selain itu, Sri Mulyani juga menyampaikan mengenai komponen-komponenya. Adapun salah satu komponen yang paling disoroti yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Migas yang tercatat sebesar Rp29,31 triliun. Hal ini menjadi sorotan karena angka tersebut turun hingga 20,64% yang disebabkan terjadinya penurunan lifting migas.

Seperti yang disampaikan pada Konferensi Pers, Sri Mulyani menyatakan bahwa jika ditinjau dari segi harga minyak dianggap cukup stabil. Sementara dari sisi kurs seharusnya dapat memberikan angka yang melebih dalam bentuk rupiah. Namun, ternyata lifting mengalami penurunan. Sri Mulyani menilai hal ini perlu diperhatikan dari sisi produktivitas migas di Indonesia.

Lebih lanjut, komponen lainnya ialah PPh Non Migas yang juga mengalami kontraksi sebesar 5,41% yang disebabkan oleh adanya pelemahan harga komoditas yang menyebabkan perusahaan-perusahaan di sektor pertambangan mengalami penurunan keuntungan jika dibandingkan dengan tahun 2023.

Namun, PPh Non Migas tetap menjadi penyumbang pajak terbesar dibandingkan dengan komponen-komponen lainnya, dimana PPh Non Migas tercatat mencapai Rp443,72 triliun atau sebesar 41,73% dari target.

Selanjutnya terdapat PPN dan PPnBM yang memiliki kontribusi terbesar kedua dengan nilai mencapai Rp282,34 triliun atau 34,8%. Angka tersebut mengalami peningkatan hingga 5,72% yang sejalan kinerja pertumbuhan ekonomi.

Adapun komponen terakhir adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya yang memiliki kontribusi paling kecil dengan angka perolehan sebesar Rp5 triliun atau 13,26% dari target. PBB dan Pajak lainnya ini juga mengalami penurunan sebesar 15,03%.

Sumber: Setoran Pajak Loyo, Sri Mulyani Soroti Lifting Migas RI yang Keok (finance.detik.com)

Recent Posts

Simak Ketentuan Pembebasan Bea Masuk untuk Jemaah Haji

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberikan fasilitas pembebasan bea masuk untuk barang kiriman jemaah haji sejak 2025 lalu. Akan tetapi, dilaporkan oleh Kepala Seksi Impor III DJBC, Cindhe Marjuang Praja bahwa jemaah haji yang menggunakan fasilitas ini masih tergolong cukup rendah hanya sekitar 10% dari keseluruhan

Read More »

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 Kini Bisa Tanpa KTP Pemilik Lama

IBX – Jakarta. Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) secara resmi menetapkan kebijakan relaksasi khusus pada tahun 2026 terkait administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Melalui kebijakan diskresi ini, Wajib Pajak diperkenankan untuk melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tanpa diwajibkan melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli

Read More »

Freeport Sumbang Hampir Rp70 Triliun, Pajak hingga Royalti Jadi Andalan

Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 perusahaan menyumbangkan sekitar US$4,3 miliar kepada negara, atau setara hampir Rp70 triliun. Ia merinci, kontribusi tersebut bersumber dari kewajiban fiskal dan pembagian keuntungan perusahaan. Setoran pajak menjadi porsi terbesar dengan nilai sekitar US$2 miliar (Rp32 triliun), diikuti penerimaan negara

Read More »