IBX – Jakarta. Dalam 15 tahun terakhir, Australia memiliki stok bahan bakar tertinggi meskipun masih jauh dari rekomendasi Badan Energi Internasional. Australia Petroleum Institute melaporkan harga eceran rata-rata satu liter solar naik menjadi lebih dari 3 dolar Australia pekan lalu dan bensin menjadi 2,5 dolar Australia per liter.
Menanggapi kondisi lonjakan harga minyak dunia imbas perang, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Senin (30/3) melakukan konferensi yang menyatakan akan mengurangi separuh pajak bahan bakar dan solar dan menghapus biaya penggunaan jalan raya untuk kendaraan berat selama tiga bulan. Pemerintah Australia menilai hal tersebut perlu dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat karena tekanan biaya yang meningkat. Albanese menjelaskan pengurangan 50% pajak akan mengurangi biaya bahan bakar sebesar 26,3 sen Australia per liter atau sekitar Rp3.067 per liter (kurs Rp11.664 per dolar Australia).
Sebelumnya, pemerintah Australia telah mengumumkan pelepasan bensin dan solar dari cadangan domestik dan melakukan pelonggaran sementara standar kualitas bahan bakar.
Selain itu, pemerintah Australia juga berencana mengirimkan bahan bakar ke daerah-daerah regional yang paling membutuhkan bahan bakar sebagai tindak preventif pengamanan bahan bakar nasional. Albanese mengatakan bahwa terdapat empat tingkat tindakan dan posisi Australia berada di tingkat dua, di mana adalah menjaga agar negara tetap berjalan. Selanjutnya, Albanese juga menegaskan dampak perang jika semakin lama berlangsung.
Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmer memberikan informasi jika total biaya bagi pemerintah sekitar 2,55 miliar dolar Australia atau sekitar Rp29.74 triliun. Pemerintah Australia juga sudah mengadopsi Amandemen Korporasi Pembiayaan dan Asuransi Ekspor, di mana hal ini memberikan pemerintah wewenang untuk menjamin pembelian kargo bahan bakar spot saat harga naik melalui lembaga kredit Export Finance Australia.
Sumber: Video: Imbas Perang AS-Iran, Australia Potong Pajak BBM 50%; Australia Potong Pajak BBM 50 Persen di Tengah Gejolak Harga Minyak


