Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Tidak Penuhi Syarat Formil, Gugatan Pajak Pensiun Dipatahkan MK

IBX – Jakarta. Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi atas ketentuan pajak progresif terhadap pesangon dan manfaat pensiun dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan. Putusan Nomor 170/PUU-XXIII/2025 tersebut diputus pada Kamis (30/10/2025). Majelis menilai permohonan dari dua pegawai swasta, Rosul Siregar dan Maksum Harahap, tidak memenuhi syarat formil maupun substansi sehingga dinyatakan tidak dapat diterima.

Hakim Konstitusi Arsul Sani menjelaskan bahwa pemohon tidak cermat dalam merumuskan pasal yang diuji dan membuat petitum yang kabur. Terdapat ketidakkonsistenan dalam menyebut norma, serta tidak adanya alternatif permintaan yang menjadi standar kejelasan dan kepastian hukum di MK. Akibatnya, perkara dinyatakan obscuur libel atau tidak jelas objek pengujiannya.

Dalam permohonannya, pemohon meminta MK menyatakan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 UU No. 7/1983 tentang PPh sebagaimana diubah terakhir dengan UU HPP bertentangan dengan UUD 1945. Mereka berargumen bahwa pesangon, uang pensiun, tunjangan hari tua (THT), dan jaminan hari tua (JHT) merupakan hak sosial pekerja, sehingga wajib dikecualikan sebagai objek pajak. Namun, dengan putusan ini, ketentuan yang berlaku tetap sama. Pesangon dan manfaat pascakerja lainnya masih termasuk penghasilan kena pajak karena dianggap sebagai tambahan kemampuan ekonomis sebagaimana diatur Pasal 4 ayat (1) UU PPh.

Di saat bersamaan, perkara uji materi lain yang mengangkat isu serupa tengah berjalan di MK. Permohonan terdaftar dengan Nomor 186/PUU-XXIII/2025 diajukan oleh belasan pekerja bank swasta. Dalam sidang pembacaan perbaikan permohonan pada hari yang sama, para pemohon meminta Mahkamah meninjau kembali pengenaan pajak atas dana pascakerja. Mereka menilai manfaat pensiun, JHT, dan THT bukan pendapatan baru, melainkan bagian dari jaminan konstitusional pekerja setelah masa kerja berakhir.

Pokok permohonan tersebut antara lain meminta agar frasa “tunjangan dan uang pensiun” dalam Pasal 4 ayat (1) UU PPh dinyatakan tidak lagi menjadi objek pajak. Selain itu, mereka meminta tarif progresif pada Pasal 17 hanya diberlakukan untuk penghasilan aktif, tidak pada pesangon dan manfaat pascakerja. Para pemohon berpendapat bahwa sistem pajak saat ini berpotensi mengurangi hak pekerja atas penghidupan yang layak sebagaimana dijamin Pasal 27 ayat (2) UUD 1945. Meskipun demikian, permohonan kedua ini masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh Mahkamah.

Sumber: MK Tolak Uji Materi Pajak Pesangon PHK dan Pensiun

Recent Posts

Pemerintah Siap Terapkan PPh Pasal 22 pada Transaksi Marketplace Mulai Juli 2026

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang online dalam negeri mulai tanggal 1 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemberlakuan pajak baru. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan

Read More »

Optimalisasi Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak, Kini DJP Mengintegrasikan Coretax dengan Data Konsumsi Listrik

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memperkuat kapabilitas pengawasan perpajakan melalui integrasi Core Tax Administration System (Coretax) dengan berbagai sistem informasi milik institusi eksternal. Saat ini, sistem administrasi perpajakan tersebut telah terhubung secara komprehensif dengan basis data pelanggan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor

Read More »

Purbaya Tegaskan Patriot Bond Tak Sama dengan Tax Amnesty

IBX – Jakarta. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memberikan perlindungan dari tuntutan pidana, perpajakan, dan gugatan perdata bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond memicu kekhawatiran di tengah publik. Pasalnya, data dan informasi yang bersumber dari pembelian instrumen tersebut juga tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak

Read More »