Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pengelompokan Laporan Arus Kas Berdasarkan Sumbernya

Oleh: M Akmal Murtadho

Dalam laporan ini penerimaan dan pengeluaran arus kas dikelompokkan dari sumber sebagai berikut.

  1. Arus Kas dari Kegiatan Operasi (Operating)

Kegiatan yang termasuk dalam pengelompok ini adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan; seluruh transaksi dan peristiwa-peristiwa lain yang tidak dapat dianggap sebagai kegiatan investasi atau pembiayaan.

Contoh arus kas masuk dari kegiatan operating:

  • Penerimaan kas dari penjualan Baran dan jasa termasuk penerimaan dari piutang akibat penjualan, baik jangka panjang atau jangka pendek.
  • Penerimaan dari bunga pinjaman atas penerimaan dari surat berharga lainnya seperti bunga atau dividen.
  • Semua penerimaan yang bukan berasal dari sebagian yang sudah dimasukkan dalam kelompok investasi pembiayaan, seperti jumlah uang yang diterima dari tuntutan di pengadilan, klaim asuransi, kecuali yang berhubungan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan seperti kerusakan gedung, pengembalian dana dari supplier (refund).

Contoh arus kas keluar dari kegiatan operating:

  • Pembayaran kas untuk membeli bahan yang akan digunakan untuk produksi atau untuk dijual, termasuk pembayaran utang jangka pendek atau jangka panjang kepada supplier barang.
  • Pembayaran kas kepada supplier lain dan dan pegawai untuk kegiatan selain produksi barang dan jasa.
  • Pembayaran kas kepada pemerintah untuk pajak, kewajiban lainnya, denda, dan lain-lain.
  1. Arus Kas dari Kegiatan Investasi (Investing)

Kegiatan yang termasuk kegiatan investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang, baik yang berwujud maupun tidak berwujud serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas, antara lain menerima dan menagih pinjaman, utang, surat berharga atau modal, aktiva tetap dan aktiva produktif lainnya yang digunakan dalam proses produksi

Contoh arus kas masuk kegiatan investing:

  • Penerimaan pinjaman luar, baik yang baru maupun yang sudah lama.
  • Penjualan saham, baik saham sendiri maupun saham dalam bentuk investasi.
  • Penerimaan penjualan aktiva berwujud maupun tidak berwujud.

Contoh arus kas keluar kegiatan investing:

  • Pembayaran utang perusahaan dan pembelian kembali surat utang perusahaan.
  • Pembelian saham perusahaan lain atau perusahaan sendiri.
  • Perolehan aktiva berwujud maupun tidak berwujud.
  1. Arus Kas dari Kegiatan Pembiayaan/Pendanaan (Financing)

Kegiatan yang termasuk kegiatan pembiayaan adalah aktivitas yang

mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman jangka

panjang perusahaan, berupa kegiatan mendapatkan sumber-sumber dana dari pemilik

dengan memberikan prospek penghasilan dari sumber dana tersebut, meminjam dan

membayar utang kembali atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayar

utang tertentu.

Contoh arus kas masuk kegiatan pembiayaan/pendanaan financing:

  • Penerimaan dari pengeluaran surat berharga dalam bentuk ekuitas
  • Penerimaan dari pengeluaran obligasi, hipotek, wesel, dan pinjaman jangka pendek lainnya.

Contoh arus kas keluar kegiatan pembiayaan/pendanaan financing:

  •  Pembayaran dividen dan pembayaran bunga kepada pemilik akibat adanya suratberharga saham.
  • Pembayaran kembali utang yang dipinjam.
  • Pembayaran utang kepada kreditor, termasuk utang yang sudah diperpanjang.Semua transaksi yang mempengaruhi pos utang dimasukkan dalam kelompok ini termasuk yang jangka pendek

Sumber : Harahap, S. S. (2011). Teori Akuntansi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Recent Posts

Pemerintah Siap Terapkan PPh Pasal 22 pada Transaksi Marketplace Mulai Juli 2026

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang online dalam negeri mulai tanggal 1 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemberlakuan pajak baru. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan

Read More »

Optimalisasi Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak, Kini DJP Mengintegrasikan Coretax dengan Data Konsumsi Listrik

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memperkuat kapabilitas pengawasan perpajakan melalui integrasi Core Tax Administration System (Coretax) dengan berbagai sistem informasi milik institusi eksternal. Saat ini, sistem administrasi perpajakan tersebut telah terhubung secara komprehensif dengan basis data pelanggan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor

Read More »

Purbaya Tegaskan Patriot Bond Tak Sama dengan Tax Amnesty

IBX – Jakarta. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memberikan perlindungan dari tuntutan pidana, perpajakan, dan gugatan perdata bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond memicu kekhawatiran di tengah publik. Pasalnya, data dan informasi yang bersumber dari pembelian instrumen tersebut juga tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak

Read More »