Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pajak Digital Capai Rp22,18 Triliun per Februari 2024

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp22,18 Triliun. Dwi Astuti selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP mengatakan bahwa penerimaan tersebut berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sejumlah Rp18,15 Triliun, pajak atas aset kripto sejumlah Rp539,72 Miliar, pajak atas sektor Financial Technology (Fintech) berupa (Peer to Peer Lending) sejumlah Rp1,82 Triliun, dan pajak yang dipungut atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP) sejumlah Rp1,67 Triliun.

Pemungutan pajak atas transaksi digital dilakukan oleh pihak yang ditunjuk untuk melakukan pemungutan pajak. Hingga Februari 2024 pemeriintah telah menunjuk 167 pelaku usaha PMSE untuk menjadi pemungut pajak, termasuk 4 penunjukan PPN PMSE dan 1 pembetulan atau perubahan data pemungut PPN PMSE. Penunjukan tersebut diantaranya Tencent Cloud International Pte. Ltd., Blacklande GmbH, Razer Online Pte Ltd., dan Social Online Payment Limited.

Dwi menyampaikan dari keseluruhan pemungut yang telah ditunjuk, 153 PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE, dengan besaran Rp731,4 Miliar pada tahun 2020, Rp3,9 Triliun pada tahun 2021, Rp5,51 Triliun pada tahun 2022, Rp6,76 Triliun pada tahun 2023 dan Rp1,24 Triliun hingga Februari 2024.

Dari sektor pajak kripto, telah terkumpul Rp539,72 Miliar yang terdiri dari Rp254,53 Miliar PPh 22 dan Rp285,19 Miliar penerimaan PPN. Jumlah tersebut diperoleh sejak tahun 2022 sebesar Rp246,45 Miliar, Rp220,83 Miliar pada tahun 2023 dan Rp72,44 Miliar pada tahun 2024.

Lebih lanjut dari sektor pajak fintech telah terkumpul Rp 446,4 Miliar pada tahun 202, Rp1,11 Triliun pada tahun 2023 dan Rp59,35 Miliar pada tahun 2024.

Dwi menjelaskan bahwa pengenaan pajak atas transaksi digital dilakukan untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan dalam berusaha antara pelaku usaha konvensional dan digital. Pemerintah akan terus melakukan penunjukan kepada para pelaku usaha PMSE yang melakukan penjualan produk atau layanan digital di Indonesia terutama yang berasal dari luar negeri.

Sumber : Sri Mulyani Kantongi Pajak Digital Rp22,18 Triliun per Februari 2024 (bisnis.com)

Recent Posts

Simak Ketentuan Pembebasan Bea Masuk untuk Jemaah Haji

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberikan fasilitas pembebasan bea masuk untuk barang kiriman jemaah haji sejak 2025 lalu. Akan tetapi, dilaporkan oleh Kepala Seksi Impor III DJBC, Cindhe Marjuang Praja bahwa jemaah haji yang menggunakan fasilitas ini masih tergolong cukup rendah hanya sekitar 10% dari keseluruhan

Read More »

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 Kini Bisa Tanpa KTP Pemilik Lama

IBX – Jakarta. Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) secara resmi menetapkan kebijakan relaksasi khusus pada tahun 2026 terkait administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Melalui kebijakan diskresi ini, Wajib Pajak diperkenankan untuk melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tanpa diwajibkan melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli

Read More »

Freeport Sumbang Hampir Rp70 Triliun, Pajak hingga Royalti Jadi Andalan

Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 perusahaan menyumbangkan sekitar US$4,3 miliar kepada negara, atau setara hampir Rp70 triliun. Ia merinci, kontribusi tersebut bersumber dari kewajiban fiskal dan pembagian keuntungan perusahaan. Setoran pajak menjadi porsi terbesar dengan nilai sekitar US$2 miliar (Rp32 triliun), diikuti penerimaan negara

Read More »