IBX-Jakarta. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Brasil pada 18 November 2024, menekankan komitmen negara-negara anggotanya terhadap perjanjian iklim, meskipun terdapat tantangan dari kebijakan perdagangan yang diusung oleh Amerika Serikat. Dalam pertemuan ini, para pemimpin dunia membahas berbagai langkah untuk mempercepat pencapaian target iklim nasional dan dampak dari kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Trump terhadap ekonomi global.
Salah satu fokus utama dalam KTT ini adalah pengurangan emisi karbon, di mana negara-negara G20 menyadari bahwa mereka menyumbang lebih dari 80% emisi gas rumah kaca dunia. Dengan demikian, keberhasilan dalam mengurangi emisi karbon sangat bergantung pada kesepakatan dan komitmen bersama dari negara-negara anggota. Para pemimpin sepakat untuk meningkatkan upaya mitigasi perubahan iklim dan berkomitmen untuk memperkuat kerjasama dalam pengelolaan lingkungan.
Diskusi juga mencakup tantangan yang dihadapi akibat ketegangan geopolitik dan dampak dari kebijakan proteksionisme yang dapat mengganggu perdagangan internasional. Dalam konteks ini, negara-negara G20 berusaha untuk menciptakan sistem perdagangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong investasi dalam teknologi hijau dan energi terbarukan.
KTT G20 kali ini juga menjadi platform bagi negara-negara anggota untuk merumuskan strategi keuangan yang mendukung keberlanjutan. Pembentukan kelompok kerja baru yang fokus pada keuangan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan investasi dalam proyek-proyek yang ramah lingkungan. Hal ini penting mengingat kebutuhan investasi untuk menangani krisis iklim diperkirakan mencapai USD 285 miliar per tahun hingga 2050, sementara saat ini pengeluaran hanya sekitar USD 120 miliar.
Dengan adanya kesepakatan ini, G20 menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan dari kebijakan perdagangan tertentu, komitmen terhadap perubahan iklim tetap menjadi prioritas utama. Para pemimpin berharap bahwa kolaborasi internasional yang kuat dapat membantu mencapai tujuan keberlanjutan global dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
**Disclaimer**


