Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Industri Padat Karya Alami Kelesuan, Dapat Kado Spesial PPh Ditanggung Pemerintah?

IBX-Jakarta. Pajak ditanggung pemerintah (DTP) merupakan kebijakan fiskal di mana pajak yang menjadi kewajiban wajib pajak dibayar oleh pemerintah menggunakan dana yang telah dialokasikan dalam APBN. Melalui kebijakan ini, pemerintah bertujuan untuk meringankan beban wajib pajak dan sekaligus mendorong kegiatan ekonomi.

Pajak DTP sering kali diterapkan dalam situasi tertentu yang memerlukan intervensi fiskal, seperti saat pandemi Covid-19, ketika ekonomi melambat dan daya beli masyarakat menurun. Kebijakan ini berfungsi sebagai insentif untuk mendorong konsumsi, investasi, serta menjaga arus kas pelaku usaha agar tetap produktif. Selain itu, insentif pajak DTP juga berperan dalam mendukung sektor-sektor strategis yang membutuhkan dorongan, seperti industri manufaktur, properti, dan usaha kecil menengah (UMKM).

Dalam implementasinya, pajak DTP dapat mencakup berbagai jenis pajak, seperti pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Misalnya, dalam mendukung sektor properti, pemerintah menanggung PPN atas penyerahan rumah tertentu sehingga masyarakat memiliki akses lebih mudah untuk memiliki hunian.

Demikian pula, kebijakan penanggungan PPnBM untuk kendaraan bermotor diterapkan sebagai upaya merangsang industri otomotif yang terdampak. Seluruh mekanisme pelaksanaan dan pertanggungjawaban pajak DTP ini diatur dalam peraturan teknis seperti Peraturan Menteri Keuangan (PMK), salah satunya PMK 92/2023. Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap kegiatan ekonomi dapat bergerak lebih dinamis, lapangan pekerjaan tercipta, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Salah satu implementasinya hadir melalui pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian khusus bagi sektor padat karya. Pemerintah membebaskan pajak penghasilan (PPh) bagi para pekerja di sektor ini sebagai langkah konkret mendukung industri yang tengah mengalami tekanan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa penanggungan PPh Pasal 21 diberikan untuk pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta per bulan. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli pekerja dan mendukung keberlangsungan industri padat karya, seperti tekstil, sepatu, dan furnitur, yang mengalami perlambatan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban biaya produksi dan meningkatkan daya saing industri. Dengan adanya penanggungan PPh dan PPN oleh pemerintah, sektor padat karya diharapkan dapat pulih lebih cepat, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi positif pada perekonomian nasional. Rincian lebih lanjut terkait mekanisme kebijakan ini akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK), sejalan dengan prinsip-prinsip pajak DTP yang telah diimplementasikan sebelumnya di sektor lain.

Kebijakan ini menegaskan peran pajak ditanggung pemerintah sebagai instrumen fiskal yang efektif dalam mendukung sektor prioritas dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan yang ada. Melalui insentif pajak PPh dan PPN DTP, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan industri padat karya tetap produktif, mampu bersaing, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

*Disclaimer

Sumber: Gaji Rp10 Juta Bebas Pajak Cuma Berlaku Bagi Pekerja di Sektor Ini! (CNBC Indonesia)

Recent Posts

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 Kini Bisa Tanpa KTP Pemilik Lama

IBX – Jakarta. Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) secara resmi menetapkan kebijakan relaksasi khusus pada tahun 2026 terkait administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Melalui kebijakan diskresi ini, Wajib Pajak diperkenankan untuk melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tanpa diwajibkan melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli

Read More »

Freeport Sumbang Hampir Rp70 Triliun, Pajak hingga Royalti Jadi Andalan

Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 perusahaan menyumbangkan sekitar US$4,3 miliar kepada negara, atau setara hampir Rp70 triliun. Ia merinci, kontribusi tersebut bersumber dari kewajiban fiskal dan pembagian keuntungan perusahaan. Setoran pajak menjadi porsi terbesar dengan nilai sekitar US$2 miliar (Rp32 triliun), diikuti penerimaan negara

Read More »

Pemerintah Perketat Restitusi Pajak melalui Audit dan Reformasi Regulasi

IBX – Jakarta. Pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap mekanisme pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) seiring meningkatnya nilai klaim dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini dilakukan melalui audit menyeluruh, perluasan pengawasan lintas lembaga, serta pembaruan regulasi guna memastikan penerimaan negara tetap terjaga. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI pada

Read More »