Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Strategi Menkeu Tekan Rokok Ilegal: Mulai dari Warung Sampai ke Marketplace

IBX – Jakarta. Di tengah tren menurunnya penerimaan negara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bergerak cepat dengan meluncurkan enam program quick win sebagai langkah awal untuk menaikkan pendapatan. Salah satu fokus utama yang disorot adalah pemberantasan rokok ilegal, yang selama ini dinilai menggerus potensi penerimaan cukai secara signifikan. Dalam langkah yang cukup progresif, pemerintah mulai menggandeng sejumlah platform e-commerce untuk memastikan bahwa produk-produk ilegal, khususnya rokok, tidak lagi dijual bebas di ranah digital.

Tidak berhenti di sektor daring, Kementerian Keuangan juga memperluas pengawasan hingga ke tingkat distribusi fisik. Purbaya menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara acak terhadap penjual, termasuk di warung kelontong, guna membongkar mata rantai distribusi rokok ilegal dari hulu ke hilir. Ia juga menyatakan kesiapan untuk menindak siapapun yang terlibat, termasuk jika ada oknum di lingkungan Bea Cukai atau internal kementerian sendiri. Pemerintah menargetkan peredaran rokok ilegal bisa ditekan secara signifikan dalam tiga bulan, seiring dengan penguatan pengawasan di jalur impor yang kerap dimanfaatkan untuk praktik penyelundupan.

Selain pemberantasan rokok ilegal, lima program cepat lainnya yang dicanangkan meliputi penempatan dana Rp200 triliun ke sistem perbankan, percepatan penagihan piutang dari sekitar 200 penunggak pajak besar dengan potensi Rp50–60 triliun, kerja sama penegakan hukum lintas institusi, penguatan pertukaran data antarlembaga, dan perbaikan sistem administrasi perpajakan melalui pengembangan Coretax. Menurut Purbaya, seluruh langkah ini dirancang bukan untuk menaikkan tarif pajak, tetapi untuk memperbaiki sistem dan mendorong pertumbuhan ekonomi agar penerimaan negara bisa naik secara alami.

Langkah ini diambil dengan latar belakang menurunnya penerimaan negara secara keseluruhan. Sampai Agustus 2025, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.135,4 triliun, atau turun 5,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Penurunan ini ikut menyeret pendapatan negara secara umum, yang hanya mencapai Rp1.638,7 triliun atau 57,2 persen dari target APBN sebesar Rp2.865,5 triliun. Apabila dibandingkan dengan Agustus 2024, realisasi tersebut menunjukkan penurunan 7,8 persen.

Dalam situasi yang menantang ini, upaya membenahi tata kelola dan menutup celah kebocoran penerimaan menjadi krusial. Strategi Purbaya terlihat menempatkan penegakan hukum, integrasi data, dan efisiensi administrasi sebagai prioritas utama, ketimbang mengandalkan kenaikan tarif sebagai solusi cepat. Pemerintah tampaknya menyadari bahwa membangun kepercayaan dan memperkuat fondasi sistem akan lebih berdampak jangka panjang bagi stabilitas fiskal.

Sumber: Purbaya Libatkan Bukalapak hingga Tokopedia Stop Jual Rokok Ilegal

Recent Posts

Ketentuan Pembebanan Biaya Jamuan (Entertainment) dalam Penghitungan Pajak Penghasilan Badan

IBX – Jakarta. Dalam operasional bisnis, Wajib Pajak kerap melaksanakan berbagai strategi untuk memaksimalkan luaran (output) demi mencapai tujuan entitas. Salah satu praktik bisnis yang lazim dilakukan untuk menjaga kelancaran hubungan komersial adalah pemberian fasilitas jamuan atau hiburan (entertainment) kepada relasi usaha maupun lawan transaksi. Fasilitas ini umumnya mencakup kegiatan

Read More »

DJP Waspadai Dampak Penundaan GMT terhadap Penerimaan Negara

IBX – Jakarta. Terkait implementasi pajak minimum global, Direktur Perpajakan Internasional DJP, Dwi Astuti, menjelaskan bahwa Pilar Dua berfungsi sebagai mekanisme pengenaan top-up tax. Ia menekankan bahwa apabila Indonesia tidak memanfaatkan atau tidak berpartisipasi dalam komitmen Pilar Dua, maka negara berpotensi kehilangan hak atas penerimaan yang berasal dari skema pajak

Read More »

Reformasi Ekspor SDA Melalui Danantara

IBX – Jakarta. Pemerintah mengambil langkah ekstrem untuk mengamankan pundi-pundi negara. Mulai pertengahan tahun ini, tata kelola ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis nasional bakal dirombak total. Strateginya? Pemerintah melarang keras perusahaan swasta mengekspor langsung komoditas premium seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloys).

Read More »