Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Apa itu Manajemen Risiko ? Mengapa Kita Harus Memahami Konsep Risiko Dalam Manajemen ? Berapa Banyak Jenis Dari Risiko Itu Sendiri ?

IBX-Jakarta. Risiko berhubungan dengan ketidakpastian, hal ini terjadi karena kurangnya informasi mengenai yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Seperti diartikan oleh (Regan:2003) bahwa risiko ialah suatu kemungkinan yang menimbulkan atau mengesankan kerugian atau bahaya.

Emmaett J Vaughan dan Curtis Elliot (1978) menyebutkan, risiko diartikan sebagai kerugian (the chance of loss), kemungkinan kerugian (the possibility of loss), ketidakpastian (uncertainty), penyimpangan kenyataan dari hasil yang diharapkan (the dispersion of actual from expected result), probabilitas bahwa suatu hasil berbeda dari yang diharapkan (the probability of any outcome different from the expected).

Risiko diklasifikasikan menjadi dua oleh Mamduh Hanafi (2009), yaitu: risiko murni dan risiko spekulatif. Pure risks atau biasa disebut risiko murni merupakan risiko di mana kemungkinan kerugian ada tetapi kemungkinan keuntungan tidak ada. Contoh: kebakaran, kecelakaan, kebanjiran, dan lain-lain. Sedangkan risiko spekulatif merupakan risiko di mana kita mengharapkan terjadinya kerugian dan juga keuntungan. Contoh: membeli saham, usaha bisnis, dan lain lain.

Dengan demikian risiko adalah sesuatu hal yang berkaitan erat dengan ketidakpastian yang akan dapat menimbulkan dua kemungkinan yakni positif dan negatif. Risiko dapat diklasifikasikan menjadi risiko murni dan risiko spekulatif, dengan masing-masing memiliki sifat dan contoh yang berbeda.

Mengenal manajemen risiko dalam sebuah perusahaan sangat penting karena beberapa alasan utama :

Menjamin pencapaian tujuan Manajemen dalam sebuah perusahaan menggunakan segala cara yang baik untuk mencapai tujuan perusahaannya. Dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut, banyak hal bisa terjadi. Ada hal-hal yang bisa diantisipasi sebelumnya, dan ada kemungkinan masa depan yang penuh ketidakpastian. Ketidakpastian itulah yang menimbulkan risiko.

Melindungi Aset Perusahaan: Manajemen risiko membantu melindungi aset perusahaan dari potensi kerugian yang dapat timbul akibat berbagai risiko eksternal maupun internal.

Meningkatkan Efisiensi Operasional: Dengan mengidentifikasi dan mengelola risiko, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi gangguan yang mungkin terjadi.

Meningkatkan Daya Saing: Perusahaan yang memiliki manajemen risiko yang baik lebih mudah menarik investor dan mitra bisnis karena menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang.

Mengurangi Risiko Kerugian: Manajemen risiko membantu perusahaan mengurangi risiko kerugian finansial dan operasional dengan cara mengidentifikasi dan mengelola risiko sejak dini.

Meningkatkan Keputusan Bisnis: Dengan manajemen risiko yang efektif, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih tepat berdasarkan analisis risiko yang komprehensif.


Mengenal Beberapa Sifat Risiko Manajemen

Risk Appetite

Risk appetite adalah tingkat risiko yang bersedia diambil oleh organisasi atau individu untuk mencapai tujuan strategis mereka. Ini mencerminkan sikap umum terhadap risiko dan seberapa besar risiko yang dianggap dapat diterima dalam mengejar peluang. Risk appetite biasanya ditentukan oleh manajemen puncak dan mencakup berbagai jenis risiko, seperti risiko operasional, finansial, dan reputasi.

Risk Tolerance

Risk tolerance adalah batasan spesifik dari risiko yang dapat diterima oleh organisasi atau individu tanpa merasa tidak nyaman. Ini lebih terperinci dan kuantitatif dibandingkan dengan risk appetite. Risk tolerance mengukur sejauh mana variasi dari hasil yang diharapkan dapat diterima sebelum tindakan korektif diperlukan. Misalnya, dalam konteks investasi, risk tolerance dapat mencakup batasan kerugian maksimum yang dapat diterima dalam portofolio investasi.

Risk Appetite: Lebih umum dan strategis, mencerminkan sikap keseluruhan terhadap risiko.

Risk Tolerance: Lebih spesifik dan kuantitatif, menetapkan batasan yang jelas untuk risiko yang dapat diterima.

Macam – Macam Bentuk Risiko

Risiko Murni: Risiko yang hanya memiliki dua kemungkinan hasil, yaitu kerugian atau tidak ada perubahan (break even). Contohnya adalah pencurian, kecelakaan, atau kebakaran.

Risiko Spekulatif: Risiko yang memiliki tiga kemungkinan hasil, yaitu kerugian, keuntungan, atau tidak ada perubahan. Contohnya adalah investasi saham atau perjudian.

Risiko Partikular: Risiko yang bersumber dari peristiwa yang spesifik dan biasanya mudah diketahui penyebabnya, seperti kecelakaan mobil atau kerusakan mesin.

Risiko Fundamental: Risiko yang mempengaruhi banyak orang atau seluruh masyarakat, seperti bencana alam atau krisis ekonomi.

Risiko Dinamis: Risiko yang timbul akibat perkembangan dan kemajuan di bidang ekonomi, teknologi, atau sosial, seperti risiko keusangan teknologi atau perubahan regulasi.

Risiko Sistemik: Risiko yang mempengaruhi seluruh sistem atau pasar, seperti krisis keuangan global.

Risiko Non-Sistemik: Risiko yang hanya mempengaruhi perusahaan atau sektor tertentu, seperti kegagalan produk atau masalah manajemen internal.


Langkah – Langkah Dalam Menerapakan Manajemen Risiko

Identifikasi Risiko: Mengidentifikasi semua risiko yang mungkin mempengaruhi proyek atau organisasi. Ini bisa dilakukan melalui brainstorming, wawancara, survei, dan analisis data historis.

Penilaian Risiko: Menilai risiko yang telah diidentifikasi berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya. Penilaian ini membantu dalam menentukan prioritas risiko mana yang perlu ditangani terlebih dahulu.

Analisis Risiko: Menganalisis risiko lebih mendalam untuk memahami penyebab, konsekuensi, dan hubungan antar risiko. Teknik seperti analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan analisis skenario dapat digunakan.

Evaluasi Risiko: Mengevaluasi risiko untuk memutuskan tindakan apa yang harus diambil. Ini termasuk menentukan apakah risiko dapat diterima atau perlu ditangani.

Pengendalian Risiko: Mengembangkan dan menerapkan strategi untuk mengelola risiko. Strategi ini bisa berupa menghindari, mengurangi, mentransfer, atau menerima risiko.

Pemantauan dan Tinjauan: Memantau risiko secara terus-menerus dan meninjau efektivitas strategi pengendalian risiko. Ini memastikan bahwa risiko tetap terkendali dan strategi yang diterapkan masih relevan.

Komunikasi dan Konsultasi: Melibatkan pemangku kepentingan dalam proses manajemen risiko untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat memahami risiko dan strategi yang diterapkan.

Dokumentasi: Mencatat semua langkah dalam proses manajemen risiko untuk referensi di masa depan dan untuk memastikan transparansi.

Analisis Bow Tie: Metode ini menggabungkan analisis sebab-akibat untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko. Ini membantu dalam memvisualisasikan jalur risiko dari penyebab hingga dampak.

Macam – macam cara untuk mengukur risiko

Analisis Delphi: Teknik ini melibatkan sekelompok ahli yang memberikan pendapat mereka secara anonim untuk mencapai konsensus tentang risiko yang dihadapi.

Analisis SWIFT (Structured What-If Technique): Metode ini menggunakan pertanyaan “bagaimana jika” untuk mengidentifikasi potensi risiko dan dampaknya.

Matriks Probabilitas/Konsekuensi: Matriks ini digunakan untuk mengevaluasi risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya. Ini membantu dalam memprioritaskan risiko yang paling signifikan.

Analisis Pohon Keputusan (Decision Tree): Metode ini membantu dalam membuat keputusan dengan memetakan berbagai jalur tindakan dan konsekuensi yang mungkin terjadi.

ISO 31000: Standar internasional ini memberikan panduan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko. Langkah-langkahnya meliputi identifikasi risiko, penilaian risiko, analisis risiko, dan evaluasi risiko.

Koefisien Variasi: Dalam pendekatan statistika, risiko total dapat diukur dengan Koefisien Variasi EPS (Earnings Per Share) atau Koefisien Variasi EBIT (Earnings Before Interest and Taxes) dikalikan dengan Degree of Financial Leverage (DFL).

*Disclaimer*

Sumber :

Herawati, A. (2024, January 31). Analisis Risiko: Pengertian, Fungsi, Metode, dan Prosesnya. Kledo Blog. https://kledo.com/blog/analisis-risiko/

V, N. (2023, June 30). Manajemen Risiko: Pengertian, Manfaat, Tujuan, Prinsip dan Langkah-langkahnya – Gramedia Literasi. Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/manajemen-risiko/

Recent Posts

DJP Usulkan Rp5,4 Triliun untuk Kembangkan AI Pengawasan Pajak.

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengajukan pagu indikatif sebesar Rp5,40 triliun untuk tahun anggaran 2027 kepada Komisi XI DPR RI. Anggaran tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan alokasi tahun 2026 setelah efisiensi, yang mencapai Rp5,42 triliun. Dari total anggaran itu, sekitar 89,2% atau Rp4,81 triliun dialokasikan untuk fungsi utama

Read More »

Insentif Pajak Jadi Strategi Baru Jakarta Dorong Budaya Pilah Sampah

IBX – Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah baru dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab melalui pemberian insentif pajak kepada pelaku usaha. Kebijakan ini ditujukan bagi hotel, restoran, dan kafe yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam kompetisi pilah sampah yang akan diselenggarakan pemerintah daerah. Langkah tersebut mencerminkan

Read More »