Konsep yang sama yang digunakan untuk memeriksa utang gaji/upah dapat diterapkan untuk memeriksa tang beban komisi, tetapi penentuan-nya sering kali lebih sulit karena perusahaan sering membuat berbagai macam kesepakatan dengan pegawai bagian penjualan dan pegawai-pegawai lain yang diberi komisi. Sebagai contoh, sebagian pegawai bagian penjualan menerima komisi setiap bulan tetapi tidak mandapat gaji, dan sebagian pegawai lainnya menerima gaji bulanan ditambah komisi yang dibayarkan secara kwartalan. Dalam memeriksa utang beban komisi, pertama-tama auditor harus memahami sifat dari komisi yang tertuang dalam perjanjian, dan selanjutnya melakukan perhitungan sesuai dengan perjanjian tersebut. Untuk memeriksa konsistensi, auditor harus membandingkan metoda perhitungan utang beban komisi dengan lahun sebelumnya.
*Disclaimer*Sumber: Jusup, Al. Haryono. Auditing Edisi II (Pengauditan Berbasis ISA


