Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Di Terpa Badai Ada Apa Dengannya ???

IBX-Jakarta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun ini, sebanyak 20 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) terancam ditutup. Hal ini disebabkan oleh berbagai masalah operasional dan penyimpangan yang tidak dapat diselesaikan oleh pemegang saham dan pengurus BPR.

Krisis Bank Perekonomian Rakyat di Indonesia OJK yang menyebutkan 20 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terancam ditutup pada akhir tahun. Hal – hal yang sekiranya menjadi sebab kejadian ini terjadi yakni di antara lain :


Masalah Operasional dan Penyimpangan: Banyak BPR menghadapi masalah operasional dan penyimpangan yang tidak dapat diselesaikan oleh pemegang saham dan pengurusnya.

Pengawasan Ketat OJK: OJK terus melakukan pengawasan ketat terhadap BPR yang bermasalah dan siap mencabut izin usaha jika masalah tidak dapat diselesaikan.

Pentingnya Tata Kelola yang Baik: Banyak BPR yang belum menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, yang menyebabkan terjadinya kecurangan dan menggerus modal.

Persyaratan Modal Minimum: Beberapa BPR tidak mampu memenuhi persyaratan modal minimum yang diperlukan untuk menyerap risiko operasional dan likuiditas.

Koordinasi dengan LPS: OJK akan berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk mencabut izin usaha BPR yang tidak dapat diselamatkan.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, beberapa BPR telah mengalami pencabutan izin usaha karena tidak mampu melakukan upaya penyehatan perusahaan. Beberapa BPR yang telah ditutup antara lain BPR Nature Primadana Capital, BPR Wijaya Kusuma, dan BPR Sembilan Mutiara.

OJK terus melakukan pengawasan ketat terhadap BPR yang berada dalam status pengawasan bank dalam penyehatan. Jika masalah mendasar tidak dapat diselesaikan, OJK akan berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk mencabut izin usaha BPR tersebut.

Pengamat perbankan, Paul Sutaryono, menyebutkan bahwa banyak BPR yang belum menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), yang menyebabkan terjadinya kasus kecurangan (fraud) dan menggerus modal BPR2. Selain itu, beberapa BPR juga tidak mampu memenuhi persyaratan modal minimum yang diperlukan untuk menyerap risiko operasional dan likuiditas. Untuk mengatasi masalah ini, BPR perlu memperbaiki tata kelola perusahaan dan manajemen risiko mereka agar dapat bertahan dan beroperasi dengan sehat.

**Disclaimer**

Indriyani Astuti. (2024, October 13). OJK Sebut 20 Bank Perkreditan Rakyat Terancam Ditutup pada Akhir Tahun. Mediaindonesia.com. https://mediaindonesia.com/ekonomi/708703/ojk-sebut-20-bank-perkreditan-rakyat-terancam-ditutup-pada-akhir-tahun

Recent Posts

Simultaneous Tax Examination sebagai Langkah Kolaboratif Mencegah Sengketa Transfer Pricing

IBX – Jakarta. OECD menyebutkan terdapat 3 (tiga) cara pertukaran informasi yaitu on request exchange of information. spontaneous exchange of information, dan automatic or routine exchange of information. Terdapat pula cara pertukaran informasi yang lain, yaitu simultaneous tax examinations, visit of authorized representatives of the competent authorities, dan industry wide

Read More »

Tembus 1,15 Juta Wajib Pajak: Realisasi Pelaporan SPT Tahunan 2025 via Coretax per Februari 2026

IBX-Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat tingkat partisipasi yang signifikan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2025. Per tanggal 2 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.150.414 Wajib Pajak (WP) telah melaporkan kewajiban perpajakannya melalui sistem terbaru, Core Tax Administration System (Coretax). Sehubungan dengan implementasi penuh sistem ini, DJP menekankan agar seluruh

Read More »

Isu Pajak Jadi Sorotan, Nama Kim Seon Ho Ikut Terseret

IBX – Jakarta. Kim Seon Ho aktor dari negeri gingseng menjadi sorotan kembali setelah bermain K-Drama di bawah produksi Netflix yang berjudul Can This Love Be Translated? tuai perbincangan. Setelah artis Cha Eun Woo menjadi trending public belakangan terakhir karena isu pajak, nama Kim Seon-Ho terseret karena diduga melakukan isu

Read More »