IBX – Jakarta. Pemilihan Wali Kota New York ke-111 baru saja selesai diselenggarakan, membuahkan hasil Zohran Kwame Mamdani sebagai wali kota terpilih. Hal tersebut menorehkan sejarah pemenang pemilihan sebagai Wali Kota New York pertama yang beragama Muslim. Politikus muda berdarah Uganda–India ini berhasil meraih 50,4% suara, mengungguli Andrew Cuomo yang maju lewat jalur independen dengan 41,3%, serta Curtis Sliwa dari Partai Republik dengan 7,5%.
Kemenangannya menandai berakhirnya masa jabatan Eric Adams, yang hanya menjabat satu periode setelah diterpa isu skandal dan penurunan elektabilitas. Pemilu kali ini juga tercatat sebagai salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah New York. Lebih dari dua juta warga menggunakan hak pilihnya, jumlah tertinggi sejak 1969, menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap arah baru kota ini.
Dalam kampanyenya, Mamdani berulang kali menekankan bahwa hidup di New York sudah terlalu mahal. Ia menilai krisis perumahan dan biaya kebutuhan yang terus melambung menjadi alasan utama banyak warga meninggalkan kota. Karena itu, ia membawa visi besar untuk menekan biaya hidup, memperluas akses publik, dan menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil bagi semua warga.
Kebijakan yang dijanjikan oleh Mamdani, antara lain:
- Pembekuan harga sewa apartemen. Ia akan membekukan sewa untuk lebih dari satu juta unit apartemen agar warga tidak lagi terbebani kenaikan harga. Selain itu, ia berencana mempercepat pembangunan perumahan baru yang lebih terjangkau.
- Bus kota gratis. Mamdani ingin menjadikan transportasi umum benar-benar bisa diakses semua orang. Ia berjanji menghapus tarif bus kota dan menambah jalur prioritas supaya bus bisa melaju lebih cepat.
- Pembentukan Departemen Keamanan Komunitas. Fokusnya pada pencegahan kekerasan lewat pendekatan sosial, seperti layanan kesehatan mental, petugas outreach di stasiun kereta bawah tanah, serta penyediaan layanan medis di ruang kosong kota.
- Penitipan anak gratis. Seluruh warga dengan anak berusia 6 minggu hingga 5 tahun akan mendapatkan layanan penitipan gratis. Ia juga akan menaikkan gaji tenaga penitipan agar setara dengan guru sekolah umum.
- Toko kelontong milik kota. Program ini bertujuan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, karena toko-toko tersebut tak dikenai sewa maupun pajak properti.
Untuk membiayai program-program tersebut, Mamdani menyiapkan strategi fiskal yang cukup berani. Ia berencana menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 11,5% (setara dengan New Jersey) yang berpotensi menambah pemasukan hingga US$5 miliar. Selain itu, ia juga akan mengenakan pajak tambahan 2% bagi warga dengan penghasilan lebih dari US$1 juta per tahun.
Langkah-langkah progresif Mamdani tentu tak lepas dari sorotan politik nasional. Presiden Donald Trump bahkan menudingnya sebagai “komunis gila” dan mengancam akan menahan dana untuk New York jika kebijakan itu dijalankan. Kritik tajam ini menjadi ujian awal bagi Mamdani untuk menunjukkan bahwa visinya membangun kota yang lebih adil tak sekadar retorika.
Meski banyak tantangan menanti, kemenangan Zohran Mamdani menjadi simbol perubahan arah politik New York, dari kota yang dulu dikuasai elite lama, menuju kepemimpinan baru yang berakar pada semangat keadilan sosial dan keberpihakan pada masyarakat kelas pekerja.

