Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

DJP Melakukan Reaktivitasi Wajib Pajak Non-Effective Tahun 2026

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus mengintensifkan upaya perluasan basis pajak (tax base) guna mengamankan target penerimaan negara. Salah satu langkah strategis yang diimplementasikan adalah reaktivasi puluhan ribu Wajib Pajak yang sebelumnya berstatus Non-Efektif (NE) atau dormant. Secara konseptual, Wajib Pajak dormant merupakan subjek pajak yang sebelumnya telah terdaftar secara administratif, namun tidak lagi aktif menunaikan kewajiban perpajakannya secara berkala.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Senin (15/6/2026), memaparkan progres signifikan dari strategi ekstensifikasi ini. Berdasarkan data hingga 12 Juni 2026, DJP tercatat telah mereaktivasi 24.672 Wajib Pajak berstatus NE. Secara akumulatif, penambahan Wajib Pajak yang berasal dari kelompok dormant dan Non-Efektif mencapai 28.257 entitas. Di samping upaya reaktivasi tersebut, tingkat kesadaran pajak juga menunjukkan tren positif yang ditandai dengan pendaftaran 1,84 juta Wajib Pajak baru secara sukarela pada periode yang sama.

Langkah reaktivasi sistemik ini terbukti memberikan implikasi fiskal yang masif terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga 31 Mei 2026, kontribusi penerimaan yang bersumber dari kelompok Wajib Pajak dormant mencapai Rp20,63 triliun. Angka tersebut memosisikan kelompok dormant sebagai kontributor dominan dalam capaian perluasan basis pajak DJP yang secara keseluruhan menghasilkan total penerimaan sebesar Rp23,5 triliun. Adapun sisa penerimaan dari program perluasan ini ditopang oleh kontribusi Wajib Pajak baru senilai Rp912,9 miliar dan Pengusaha Kena Pajak (PKP) baru yang menyumbang sebesar Rp1,96 triliun.

Merespons capaian positif tersebut, Dirjen Pajak menegaskan bahwa program ekstensifikasi dan perluasan basis pajak akan dipertahankan sebagai fokus utama kebijakan perpajakan pada tahun 2027. Guna merealisasikan target tersebut, DJP akan memperkuat infrastruktur pengawasan melalui pemanfaatan data terintegrasi dan teknologi informasi. Pendekatan analitik data ini dirancang untuk mengidentifikasi potensi perpajakan yang selama ini belum tergarap secara maksimal, dengan fokus utama menyasar ekosistem ekonomi digital, aktivitas ekonomi bayangan (shadow economy), serta berbagai sektor informal lainnya.

Sumber: https://nasional.kontan.co.id/news/djp-reaktivasi-24000-wajib-pajak-dormant-awas-ada-risiko-salah-sasaran

Recent Posts

Restitusi PPh Pasal 22 oleh Penyelenggara Marketplace akibat Penundaan Implementasi Seller Marketplace

IBX – Jakarta. Sebagai implikasi dari penundaan kebijakan yang diumumkan melewati tanggal efektif berlakunya peraturan, sempat terjadi asimetri operasional pada ekosistem niaga elektronik (e-commerce). Beberapa platform lokapasar (marketplace) yang telah ditunjuk oleh otoritas pajak tercatat sudah terlanjur melakukan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,5 persen atas transaksi mitra

Read More »

Ekonomi Melambat, Menkeu Resmi Tunda Pemungutan PPh 22 Marketplace

IBX – Jakarta. Baru saja diumumkan adanya pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap marketplace yang akan berlaku pada 1 Agustus 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa malah menunda pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas pedagang yang berjualan melalui marketplace dikarenakan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang sedang

Read More »

Pemerintah Siap Terapkan PPh Pasal 22 pada Transaksi Marketplace Mulai Juli 2026

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang online dalam negeri mulai tanggal 1 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemberlakuan pajak baru. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan

Read More »