Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

DPD RI Usulkan Peninjauan Dana TKD di RAPBN 2026

Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, menyampaikan apresiasinya terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang disusun oleh pemerintah. Ia menyebutkan bahwa DPD RI telah menggelar Sidang Paripurna Luar Biasa dan secara resmi menyerahkan pertimbangan lembaganya terkait RAPBN 2026 kepada DPR dan pemerintah pada Senin, 8 September 2025.

Namun demikian, Sultan yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu, mengungkapkan bahwa DPD RI menerima banyak masukan dan aspirasi dari berbagai pihak. Ia menyoroti bahwa hampir seluruh kepala daerah menyampaikan keberatan atas rencana pengurangan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) yang tercantum dalam nota keuangan RAPBN 2026.

Sultan menambahkan bahwa DPD RI memahami upaya pemerintah dalam menyusun APBN secara cermat di tengah keterbatasan ruang fiskal dan ketidakpastian ekonomi global. Oleh karena itu, dalam Sidang Paripurna Luar Biasa, DPD RI memberikan sejumlah catatan terhadap RAPBN 2026, salah satunya adalah usulan agar porsi alokasi dana TKD yang dikurangi dapat dikembalikan sebelum pengesahan pada 23 September mendatang.

Ia menilai pemangkasan dana TKD berisiko menghambat pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jika alokasi TKD tidak mencukupi, para kepala daerah mungkin terdorong untuk mencari sumber pendapatan alternatif yang berpotensi menimbulkan ketegangan sosial ekonomi, sebagaimana telah terjadi di beberapa wilayah dalam sebulan terakhir.

Dalam catatan pertimbangannya, DPD RI menyatakan bahwa RAPBN Tahun Anggaran 2026 mencerminkan upaya konsolidasi fiskal yang tetap memperhatikan pertumbuhan ekonomi, stabilitas makro, serta peningkatan kualitas pembangunan manusia. DPD RI menyambut baik RAPBN 2026 sebagai instrumen kebijakan fiskal untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

Namun demikian, DPD RI menyatakan keberatan terhadap kebijakan penurunan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN tersebut. Penurunan TKD sebesar 29,34 persen dinilai tidak sejalan dengan prinsip desentralisasi fiskal dan berpotensi melemahkan kemampuan daerah dalam menyediakan layanan dasar bagi masyarakat.

Sumber : Sebelum Disahkan, DPD RI Berharap Alokasi Dana TKD Dalam RAPBN 2026 Ditinjau Ulang

Recent Posts

Setara Dubai, Pemerintah Bakal Bentuk Pusat Finansial Internasional di Bali dengan Fasilitas Pajak Khusus

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia tengah bersiap menggebrak panggung finansial global dengan merancang sebuah kawasan ekonomi khusus terintegrasi yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing tangguh bagi pusat keuangan di Dubai. Langkah besar ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah transformasi struktural yang telah memiliki fondasi hukum kuat melalui disahkannya Undang-Undang Nomor 4

Read More »

DJP Melakukan Pembaruan UI Coretax pada Juni 2026

IBX – Jakarta. Sistem Core Tax Administration System (Coretax) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah kembali beroperasi secara normal pasca-penghentian layanan sementara (downtime). Sebelumnya, otoritas pajak telah menginformasikan bahwa layanan Coretax akan dihentikan sementara terhitung sejak Jumat, 5 Juni 2026, pukul 18.00 WIB hingga Senin, 8 Juni 2026,

Read More »

DJP Melakukan Reaktivitasi Wajib Pajak Non-Effective Tahun 2026

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus mengintensifkan upaya perluasan basis pajak (tax base) guna mengamankan target penerimaan negara. Salah satu langkah strategis yang diimplementasikan adalah reaktivasi puluhan ribu Wajib Pajak yang sebelumnya berstatus Non-Efektif (NE) atau dormant. Secara konseptual, Wajib Pajak dormant merupakan subjek pajak yang

Read More »