IBX-Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mengalami pelemahan pada Kamis (23/1), setelah mencatatkan penguatan selama enam hari perdagangan beruntun. Pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun sebesar 0,34% atau 24,48 poin, ditutup pada level 7.232,64.
VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, mengungkapkan bahwa penurunan IHSG pada hari tersebut dipicu oleh dinamika kebijakan tarif yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap sejumlah negara seperti China, Meksiko, dan Kanada. Ketidakpastian global ini turut mendorong penguatan harga emas sebagai aset aman.
Menurut Audi, IHSG pada Jumat (24/1) diproyeksikan bergerak secara mixed dengan kecenderungan melemah, berada dalam rentang support di level 7.182 dan resistance di level 7.340. Sementara itu, indikator teknikal menunjukkan pergerakan yang beragam; RSI mengindikasikan pelemahan, sedangkan MACD masih menunjukkan tren penguatan. Dari sisi domestik, pasar sedang menantikan laporan kinerja kuartal IV-2024, terutama dari sektor perbankan yang dikhawatirkan mengalami perlambatan.
Senada dengan Audi, Analis Phintraco Sekuritas, Nurwachidah, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG membentuk pola shooting star, yang menandakan tekanan jual serta potensi pembalikan arah, terutama setelah gagal menembus resisten dinamis pada MA200. Indikator stochastic RSI menunjukkan posisi overbought, sementara histogram MACD mencerminkan pergerakan yang sideways. “Selama IHSG belum berhasil menembus MA200, kami mengantisipasi potensi koreksi menuju area support psikologis di level 7.200 pada perdagangan Jumat (24/1),” ungkap Nurwachidah.
Dari sisi global, investor tengah mencermati rilis data S&P Global Manufacturing PMI Flash Amerika Serikat untuk Januari 2025. Data ini diproyeksikan menunjukkan sedikit peningkatan menjadi 49,60 dari 49,40 pada Desember 2024. Namun, PMI Manufacturing AS masih berada di zona kontraksi selama enam bulan berturut-turut, yang disebabkan oleh melemahnya pesanan baru serta ekspor.
Di dalam negeri, perhatian investor tertuju pada rilis data Foreign Direct Investment (FDI) untuk kuartal IV-2024. Sebelumnya, kinerja FDI pada kuartal III-2024 mencatatkan pertumbuhan sebesar 18,55% secara tahunan (year-on-year), yang didorong oleh tingginya minat investor pada sektor logam dasar dan rantai pasok kendaraan listrik. Ke depan, Nurwachidah memprediksi pertumbuhan FDI akan tetap solid di kisaran 15%–18% (YoY), berkat kebijakan pro-investasi yang diterapkan pemerintah di tengah tantangan global yang masih membayangi.
Berikut adalah rekomendasi saham untuk perdagangan Jumat (24/1) berdasarkan analisis teknikal dari dua sekuritas terkemuka:
- Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham AUTO, PGAS, CLEO, MAPA, dan UNVR sebagai pilihan.
- Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi berikut:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- Rekomendasi: Speculative buy
- Support: Rp 9.700
- Resistance: Rp 10.600
- PT XL Axiata Tbk (EXCL)
- Rekomendasi: Trading buy
- Support: Rp 2.260
- Resistance: Rp 2.390
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Dengan kondisi pasar yang dipenuhi ketidakpastian, para investor diimbau untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan strategi diversifikasi dalam portofolionya.
Sumber: Kontan.co.id


