Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Insentif PPN DTP Sektor Perumahan Dievaluasi, Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi?

IBX-Jakarta. Sedikit mengulas mengenai kebijakan insentif yang dikeluarkan tahun lalu, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2023. Insentif ini adalah suatu bentuk bantuan yang diinisiasikan pemerintah untuk masyarakat dalam hal pembelian rumah tapak dan rumah susun. Kebijakan ini pun berlanjut hingga tahun 2024 ini.

Pemanfaatan fasilitas PPN DTP ini dapat digunakan oleh perorangan dalam pembelian satu rumah tapak atau satuan unit rumah susun dengan ketentuan sebelum 1 September 2023 tidak ada pembayaran uang muka atau cicilan.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memberikan keringanan beban dalam biaya pembelian rumah sebagai bentuk respon bantuan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, dalam konferensi pers di Jakarta, Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Perekonomian memberikan pernyataan bahwa kebijakan insentif PPN DTP sektor perumahan tersebut akan dievaluasi. “Terkait konstruksi perumahan kita akan kita evaluasi. Kita evalausi dulu,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/8/2024).

Sementara itu, Airlangga juga menambahkan bahwa untuk sektor otomotif ditegaskan tidak ada perubahan ataupun tambahan lainnya. “Tentu kalau untuk otomotif kebijakan sudah dikeluarkan. Jadi tidak ada kebijakan perubahan tambahan lain,” lanjut Airlangga.

Melanjutkan hal tersebut, Susiwijono Moegiarso selaku Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa belum mengetahui mengenai adanya perubahan PPN DTP tersebut. Namun, dinyatakan bahwa kebijakan tersebut dievaluasi dalam rangka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal III.

“Belum tahu nanti, tapi kan intinya sinyal Pak Menko tadi kan sadar bahwa ini untuk mendorong growth di kuartal III kan penting sekali. Karena yang dapat kan MBR kan, masyarakat berpengasilan rendah, yang jumlahnya… itu kan hanya boleh untuk MBR, PPN DTP,” Jelas Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tersebut.

*Disclaimer

Sumber:

Insentif Pajak Beli Rumah Mau Dievaluasi

Apa Itu Insentif PPN DTP Beli Rumah? Skema dan Manfaatnya

Recent Posts

Pemerintah Siap Terapkan PPh Pasal 22 pada Transaksi Marketplace Mulai Juli 2026

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang online dalam negeri mulai tanggal 1 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemberlakuan pajak baru. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan

Read More »

Optimalisasi Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak, Kini DJP Mengintegrasikan Coretax dengan Data Konsumsi Listrik

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memperkuat kapabilitas pengawasan perpajakan melalui integrasi Core Tax Administration System (Coretax) dengan berbagai sistem informasi milik institusi eksternal. Saat ini, sistem administrasi perpajakan tersebut telah terhubung secara komprehensif dengan basis data pelanggan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor

Read More »

Purbaya Tegaskan Patriot Bond Tak Sama dengan Tax Amnesty

IBX – Jakarta. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memberikan perlindungan dari tuntutan pidana, perpajakan, dan gugatan perdata bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond memicu kekhawatiran di tengah publik. Pasalnya, data dan informasi yang bersumber dari pembelian instrumen tersebut juga tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak

Read More »