Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Komitmen Baru DJP: Taxpayer Charter Pajak Sebagai Pilar Reformasi Perpajakan Nasional!

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menandai momentum penting dalam perjalanan reformasi perpajakan Indonesia dengan peluncuran Piagam Wajib Pajak (Taxpayers’ Charter) pada tahun 2025. Piagam ini diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-13/PJ/2025 sebagai sebuah dokumen resmi yang merangkum delapan hak dan delapan kewajiban wajib pajak secara jelas dan mudah dipahami. Melalui piagam ini, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan sistem perpajakan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Sebelumnya, hak dan kewajiban wajib pajak tersebar dalam ratusan regulasi yang membingungkan. Taxpayers’ Charter menyatukan ketentuan tersebut menjadi panduan yang komunikatif dan user-friendly, sehingga wajib pajak dapat memahami hak mereka, seperti mendapatkan informasi yang jelas, layanan tanpa biaya tambahan, perlakuan adil, perlindungan data pribadi, serta hak untuk menyampaikan pengaduan. Di sisi lain, piagam ini menegaskan kewajiban wajib pajak seperti melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) secara benar dan jujur, bersikap kooperatif, serta larangan gratifikasi kepada petugas pajak.

Direktur Jenderal Pajak (DJP), Bimo Wijayanto, menegaskan bahwa peluncuran Taxpayers’ Charter bukan sekadar simbol, melainkan perubahan paradigma dari otoritas pemungut pajak menjadi mitra masyarakat dalam membangun negeri. Piagam ini dipandang sebagai sarana memperkuat hubungan saling percaya, rasa saling menghormati, dan kolaborasi antara otoritas pajak dan wajib pajak. Kesetaraan hak dan kewajiban dalam piagam ini dipandang sebagai fondasi membangun ekosistem pajak yang sehat, modern, dan kredibel, di mana pajak bukan dianggap sebagai beban, melainkan partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.

Langkah ini juga sejalan dengan target Indonesia Emas 2045 yang menargetkan peningkatan rasio pajak hingga 18-22 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan piagam ini, DJP berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak demi memperkuat fondasi fiskal negara dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Piagam Wajib Pajak menjadi tolok ukur baru dalam reformasi perpajakan di Indonesia yang menempatkan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas sebagai pilar utama, sekaligus mempertegas posisi wajib pajak sebagai mitra yang mendapatkan perlakuan adil dan jelas dari negara.

Sumber: “Taxpayers’ Charter: Saat Negara Hadir untuk Wajib Pajak”.

Recent Posts

Implikasi PMK Nomor 44 Tahun 2026 terhadap Karyawan Perusahan

IBX – Jakarta. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 44/2026 yang mencabut PMK 229/2014, Kementerian Keuangan membatasi kategori kuasa Wajib Pajak menjadi Konsultan Pajak, Keluarga, dan Pihak Lain, di mana karyawan internal kini terklasifikasi sebagai Pihak Lain yang wajib memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) khusus kuasa untuk dapat mewakili perusahaan dalam

Read More »

Benarkah Pajak E-Commerce Baru Dipungut 2027? Ini Kata Purbaya

Pemerintah kembali menunda penerapan kebijakan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang online melalui platform e-commerce. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan tersebut baru akan diterapkan pada tahun depan, dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia. Kebijakan yang mengatur penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 tersebut sebelumnya dijadwalkan mulai

Read More »

Rencana Pajak Perhiasaan Berat Tertentu untuk Meminimalisir Praktik Penghindaran Bea Keluar Emas

IBX – Jakarta. Pemerintah mengungkap, bahwa terdapat praktik penghindaran pajak dalam skema ekspor emas dalam bentuk perhiasan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sedang memperketat Peraturan Menteri Keuangan terkait agar menutup celah yang dimanfaatkan melalui mengubah bentuk ekspor emas menjadi perhiasan Perubahan tersebut direncanakan melalui skema pengenaan pajak untuk perhiasaan dengan

Read More »