Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Korupsi Oknum Pajak Berulang, Reformasi Internal Dinilai Mendesak

IBX – Jakarta. Kasus korupsi kembali mencuat dan lagi-lagi melibatkan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Peristiwa ini memperkuat pandangan bahwa masalah integritas aparatur pajak masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya terselesaikan oleh pemerintah.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai penanganan pelanggaran di sektor perpajakan tidak seharusnya berhenti pada pengungkapan kasus suap yang dilakukan oknum tertentu. Ia menekankan perlunya langkah yang lebih serius untuk mengurai persoalan ketidakpatuhan pajak yang bersifat struktural, terutama praktik under-invoicing dan under-reporting dalam kegiatan ekspor. Menurut Bhima, praktik suap selama ini kerap membuat nilai pajak yang dilaporkan jauh di bawah kewajiban yang seharusnya dibayarkan.

Ia menilai persoalan yang lebih krusial justru terletak pada lemahnya pengawasan atas pelaporan transaksi, khususnya di kalangan eksportir.

Bhima menambahkan, peningkatan kepatuhan pajak idealnya dimulai sejak tahap awal. Ketika terdapat indikasi under-reporting, laporan pajak wajib pajak perlu diperiksa secara menyeluruh dan dikaitkan dengan data kepabeanan sebelumnya, termasuk jika diperlukan dilakukan penelusuran secara surut.

Selain itu, Bhima juga menyinggung berbagai keluhan dari pelaku usaha maupun wajib pajak orang pribadi terkait implementasi sistem Coretax. Menurutnya, kendala teknis yang masih muncul membuat proses pelaporan pajak menjadi tidak sederhana dan berpotensi menurunkan tingkat kepatuhan sukarela.

Dari sisi internal DJP, Bhima menilai upaya pembenahan aparatur belum berjalan optimal. Ia mengusulkan penyesuaian sistem remunerasi sebagai bagian dari penguatan integritas, dengan menerapkan prinsip tanggung jawab kolektif di lingkungan kerja.

Ia mengingatkan bahwa selama ini pegawai pajak memperoleh remunerasi yang relatif lebih tinggi dibandingkan kementerian lain, yang pada masa Menteri Keuangan Sri Mulyani dinaikkan sebagai upaya pencegahan korupsi. Namun demikian, menurut Bhima, kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sementara itu, Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar berpandangan bahwa pembenahan internal DJP memang tidak terelakkan. Meski begitu, langkah tersebut dinilainya belum tentu mampu menjawab tantangan tingginya target penerimaan pajak pada 2026.

Fajry meragukan bahwa potensi penerimaan negara yang hilang akibat perilaku oknum petugas pajak dapat memberikan dampak signifikan dalam menutup kebutuhan penerimaan tahun depan.

Sumber : Banyak Oknum Pajak Korupsi, Ini Saran Pembenahan dari Pengamat

Recent Posts

Insentif Fiskal Sektor Transportasi: Implementasi PPN DTP pada Tiket Pesawat Domestik Menjelang Idul Fitri 1447 H

IBX – Jakarta. Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mobilitas masyarakat untuk kembali ke kampung halaman (mudik) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Masyarakat cenderung memanfaatkan beragam moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, kendaraan pribadi, kapal laut, hingga pesawat terbang. Merespons tingginya permintaan tersebut serta guna menjaga stabilitas harga,

Read More »

Program Magang 2026 Dapat Insentif Pajak?

Pemerintah lewat Program Paket Ekonomi 2026 memberikan sinyal positif keberlanjutan bagi peserta kegiatan magang nasional. Keberlanjutan tersebut bertujuan untuk melindungi kesejahteraan para pekerja dan sebagai sarana transisi bagi lulusan perguruan tinggi dalam memasuki dunia kerja. Sinyal positif direspon dalam bentuk skema Pajak Penghasilan (PPh) 21 yang Ditanggung Pemerintah (DTP) yang

Read More »

Menkeu Targetkan Tax Ratio 11–12% pada 2026, Ini Strategi yang Disiapkan Pemerintah

Menteri Keuangan Indonesia menargetkan peningkatan tax ratio ke kisaran 11-12% pada tahun 2026. Target ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan fiskal negara sekaligus memastikan pembiayaan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan. Peningkatan tax ratio dinilai krusial agar Indonesia memiliki ruang fiskal yang lebih sehat di tengah tantangan ekonomi global

Read More »