Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

OECD Perbarui Aturan Pajak Global: Kerja Remote & Pajak Tambang Diatur Ulang

IBX – Jakarta. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) resmi memperbarui Model Tax Convention untuk menyesuaikan dua perubahan besar dalam ekonomi global, yaitu makin maraknya kerja remote atau jarak jauh lintas negara dan kebutuhan memperjelas aturan pajak atas pendapatan dari sektor tambang, mineral, serta sumber daya alam lainnya.

Fenomena kerja remote dari negara lain, baik itu karena pindah sementara, long stay, atau gaya hidup digital nomad, selama ini bikin otoritas pajak dan perusahaan bingung. Pertanyaannya, apakah karyawan yang kerja remote dari luar negeri bisa bikin perusahaan dianggap punya “kantor tetap” di negara tersebut?

Pembaruan OECD ini akhirnya dapat memberi panduan yang lebih jelas. Aturan ini menjelaskan kondisi seperti apa aktivitas kerja remote bisa dianggap menciptakan permanent establishment (Bentuk Usaha Tetap), dan kapan tidak. Tujuannya adalah memberi kepastian hukum agar perusahaan dan pekerja tidak kena risiko pajak lintas negara hanya karena bekerja dari vila Bali atau rumah keluarga di luar negeri.

Selain itu, aturan baru OECD juga memperjelas bagaimana penghasilan dari sumber daya alam seperti emas, minyak, gas, dan mineral lain harus dikenai pajak. Lewat pembaruan ini, negara tempat sumber daya itu diekstraksi diberi posisi lebih kuat untuk mengambil porsi pajak yang layak. Ini penting untuk negara berkembang yang kaya tambang tapi belum optimal menarik pajak dari perusahaan besar yang beroperasi di wilayahnya.

OECD menegaskan bahwa keuntungan dari komoditas alam harus memberikan manfaat yang adil bagi negara yang menjadi lokasi produksi, bukan hanya bagi perusahaan multinasional.

Selain dua isu utama tersebut, OECD juga menyempurnakan sejumlah ketentuan teknis agar negara-negara punya pemahaman yang seragam ketika menerapkan perjanjian pajak. Semua pembaruan ini akan masuk dalam edisi lengkap Model Tax Convention yang dijadwalkan rilis pada 2026.

Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann, menekankan bahwa revisi ini penting di tengah mobilitas pekerja dan perusahaan yang makin tinggi, sementara aturan perpajakan global perlu mengejar ketertinggalan dari perkembangan ekonomi digital.

Sumber: OECD updates Model Tax Convention to reflect rise of cross-border remote work and clarify taxation of natural resources

Recent Posts

Bea Keluar Batu Bara Jadi Sasaran Baru Penerimaan Negara

IBX – Jakarta Penargetan bea keluar batu bara sebagai penerimaan negara sekitar Rp25 triliun masih belum muncul kepastian mengenai besaran tarif maupun aturan pelaksanaannya masih belum ditetapkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa bea keluar batu bara direncanakan berlaku surut, sehingga perhitungannya tetap dilakukan sejak awal tahun. Kendati demikian,

Read More »

Bingkisan Lebaran dalam Perspektif Gratifikasi di Lingkungan Pajak

IBX – Jakarta. Menjelang Idulfitri, tradisi berbagi bingkisan atau parsel Lebaran sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Bingkisan tersebut sering dimaknai sebagai bentuk silaturahmi, penghormatan, atau ungkapan terima kasih. Namun bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), pemberian seperti ini perlu disikapi dengan

Read More »