IBX – Jakarta. Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa penerimaan pajak dari sektor konsumsi, salah satunya melalui Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) akan menunjukkan tren positif pada akhir tahun 2025. Menurutnya, meskipun aktivitas belanja dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2025 diperkirakan sedikit melambat daripada sebelumnya, sehingga diprediksi baru dapat dipulihkan pada Oktober hingga Desember. Melalui pemulihan tersebut nantinya diharapkan mampu mendongkrak penerimaan pajak sehingga dapat melampaui target yang telah ditetapkan.
Optimisme ini tidak terlepas dari langkah pemerintah yang menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke lima bank milik negara. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong likuiditas dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, konsumsi masyarakat sebagai basis pemungutan PPN dan PPnBM dapat kembali meningkat.
Purbaya menekankan bahwa tidak ada alasan bagi masyarakat untuk khawatir apabila penerimaan pajak di bawah ekspektasi. Hal ini karena pemerintah masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari tahun anggaran sebelumnya yang cukup untuk dijadikan bantalan. Dengan cadangan fiskal tersebut, pembangunan nasional tetap dapat berjalan meskipun terjadi ketidaksesuaian target setoran pajak.
Sebagai catatan, target penerimaan PPN dan PPnBM pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 995,27 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 11,7% dibandingkan outlook 2025 yang diproyeksikan sebesar Rp 890,9 triliun. Peningkatan target ini sekaligus mencerminkan optimisme pemerintah terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi masyarakat di tahun-tahun mendatang.

