IBX-Jakarta. RSM Indonesia kini menerapkan sistem Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) sebagai upaya untuk memastikan akurasi dan keandalan laporan keuangan. Sistem pengendalian internal ini juga dirancang untuk membangun kepercayaan—yang dianggap sebagai aset paling berharga dalam dunia keuangan.
Angela Simatupang, Managing Partner Governance Risk Control (GRC) Consulting & Technology Consulting RSM Indonesia, menegaskan bahwa kepercayaan menjadi fondasi utama dalam tata kelola keuangan, terutama di sektor perbankan yang sangat bergantung pada kredibilitas di mata regulator, investor, dan publik.
“ICoFR memberikan banyak manfaat, meskipun sering kali belum sepenuhnya disadari,” ujar Angela saat ditemui di Jakarta pada Sabtu, 26 Januari 2025. Ia menyebut, penerapan sistem ini bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tapi juga langkah proaktif untuk menjamin keandalan data keuangan, mencegah kecurangan, dan memperkuat kepercayaan stakeholder.
Namun, Angela juga menyoroti sejumlah tantangan dalam implementasinya, mulai dari kompleksitas regulasi, keterbatasan sumber daya manusia yang memahami pengendalian internal, hingga kebutuhan adaptasi teknologi dan perubahan budaya organisasi. Untuk mengatasi tantangan ini, ia menekankan pentingnya tiga faktor: dukungan penuh dari pimpinan, investasi dalam teknologi dan pelatihan SDM, serta proses pemantauan yang berkelanjutan.
Senada dengan Angela, Kresna Cahya Andika, Senior Manager di Governance Risk Control Consulting, menyatakan bahwa ICoFR juga dapat menjadi alat strategis dalam menghadapi risiko global, khususnya yang berkaitan dengan pelaporan dan kecurangan keuangan.
Menurutnya, penerapan ICoFR berperan penting dalam mendorong transparansi, membantu mengidentifikasi dan mencegah praktik kecurangan, memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta memperkuat sistem manajemen risiko. Di tengah meningkatnya risiko global, ICoFR menjadi langkah strategis untuk menjaga integritas dan kepercayaan terhadap laporan keuangan.
*disclaimer
Sumber: ICoFR Diyakini Jadi Solusi Laporan Keuangan, Seperti Apa?


