Intercounbix

Shaping a sustainable future

Transfer Pricing | Accounting | Tax | Business Advisory

Pelaporan SPT Orang Pribadi diperpanjang, Bagaimana dengan SPT Badan?

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara resmi menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-55/PJ/2026 tentang Kebijakan Perpajakan Sehubungan dengan Implementasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan dalam Rangka Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Tahun 2025. Regulasi ini diluncurkan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kemudahan administrasi perpajakan, khususnya pada periode hari libur nasional dan cuti bersama yang bertepatan dengan perayaan Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.

Penerbitan keputusan ini didasari oleh proyeksi otoritas pajak mengenai tingginya potensi keterlambatan penyampaian SPT Tahunan oleh Wajib Pajak. Keterlambatan tersebut diantisipasi akibat bersinggungannya batas waktu pelaporan normal dengan serangkaian momentum libur keagamaan. Sebagai bentuk relaksasi hukum, DJP memberikan perpanjangan waktu yang ditandai dengan penghapusan sanksi administrasi berupa denda bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) yang menyampaikan SPT Tahunan melewati tanggal 31 Maret 2026, selama pelaporan tersebut masih dilakukan di dalam rentang waktu perpanjangan yang telah ditetapkan.

Sejalan dengan kebijakan operasional tersebut, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi bahwa skema perpanjangan tenggat waktu pelaporan SPT WPOP tengah dikaji secara komprehensif, dengan proyeksi opsi perpanjangan hingga akhir April 2026. Intervensi kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan realitas dinamika di lapangan, termasuk proses transisi teknis pada sistem pelaporan pajak berbasis digital (Coretax) serta pola aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Di sisi lain, terkait dengan tenggat waktu pelaporan SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Badan, DJP hingga saat ini belum merilis ketentuan resmi mengenai perpanjangan waktu. Meskipun demikian, secara yuridis, ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku telah memfasilitasi Wajib Pajak Badan untuk mengajukan permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT secara mandiri dan legal.

Secara teknis pada sistem administrasi terbaru, proses pengajuan perpanjangan tersebut dapat diakses oleh Wajib Pajak Badan melalui dasbor digital DJP. Alur pengajuan dimulai dengan mengakses menu Layanan Wajib Pajak, dilanjutkan ke submenu Layanan Administrasi, kemudian memilih Buat Permohonan, dan menetapkan opsi AS.08-01 Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu Penyampaian SPT Tahunan. Dalam tahapan ini, Wajib Pajak Badan diwajibkan untuk melampirkan dokumen penghitungan sementara atas pajak kurang bayar serta laporan keuangan sementara. Apabila permohonan tersebut memenuhi syarat dan disetujui, Wajib Pajak Badan berhak mendapatkan kompensasi perpanjangan waktu pelaporan maksimal hingga dua bulan dari batas waktu normal.

Sumber: Pelaporan SPT Orang Pribadi Berpotensi Diundur, Pemerintah Siapkan Kelonggaran hingga Akhir April 2026

Recent Posts

Pemerintah Siap Terapkan PPh Pasal 22 pada Transaksi Marketplace Mulai Juli 2026

IBX – Jakarta. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mulai menerapkan kebijakan penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang online dalam negeri mulai tanggal 1 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa langkah ini bukanlah pemberlakuan pajak baru. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan

Read More »

Optimalisasi Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak, Kini DJP Mengintegrasikan Coretax dengan Data Konsumsi Listrik

IBX – Jakarta. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memperkuat kapabilitas pengawasan perpajakan melalui integrasi Core Tax Administration System (Coretax) dengan berbagai sistem informasi milik institusi eksternal. Saat ini, sistem administrasi perpajakan tersebut telah terhubung secara komprehensif dengan basis data pelanggan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor

Read More »

Purbaya Tegaskan Patriot Bond Tak Sama dengan Tax Amnesty

IBX – Jakarta. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memberikan perlindungan dari tuntutan pidana, perpajakan, dan gugatan perdata bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond memicu kekhawatiran di tengah publik. Pasalnya, data dan informasi yang bersumber dari pembelian instrumen tersebut juga tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak

Read More »